Guru Di Simeulue Berijazah SMA Mengajar di Sejumlah Sekolah

oleh
Guru Sedang Mengajar / Ilustrasi
Guru Sedang Mengajar / Ilustrasi

SIMEULUE | DiliputNews.com – Guru merupakan syarat utama berlangsungnya proses belajar mengajar di sekolah, Namun sebagian besar sekolah di Semeulue masih ada guru yang mengajar di sekolah tingkat SD dan SMP hanya memiliki ijazah SMA.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi komunitas yang dilaksanakan oleh GeRAK Aceh didukung oleh USAID-KINERJA di Nasreuhe Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue dan diikuti oleh sejumlah kepala sekolah tingkat SD dan SMP, perwakilan komite sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat.

Menurut Firmanudin Kepala SMP Negeri 2 Alafan guru yang berijazah SMA mengajar disebabkan disekolahnya hanya terdapat 3 orang guru yang berstatus PNS termasuk kepala sekolah dan guru lainnya masih berstatus honor daerah.

“Kita mengharapkan ada guru-guru yang berstatus PNS yang mengajar di sekolah kami agar hasil dan proses belajar-mengajar dapat berlangsung sesuai dengan yang kita harapkan” imbuhnya.

Selain persoalan guru berijazah SMA dan isu pemerataan guru, dalam diskusi tersebut juga muncul berbagai persoalan pendidikan yang terjadi di bagian ujung barat pulau Simeulue tersebut. Persoalan-persoalan tersebut antara lain kurangnya fungsi pengawasan terhadap sekolah yang dilakukan oleh dinas pendidikan, minimnya prasarana sekolah seperti laboratorium dan pustaka, serta kurangnya tenaga kependidikan di sekolah.

Melihat banyaknya persoalan yang berkaitan dengan pendidikan peserta diskusi sepakat untuk membentuk forum masyarakat pemerhati pendidikan di Kabupaten Simeulue. Tujuan dari pembentukan forum ini adalah untuk mendiskusikan dan mencari solusi alternatif terkait berbagai permasalahan pendidikan di Simeulue.

Sementara itu Field Officer GeRAK Aceh Program BOSP Simeule Muliyadi dalam press release yang diterima DiliputNews.com, Minggu (23/12) mengungkapkan bahwa kegiatan diskusi komunitas ini bertujuan untuk menggali berbagai permasalahan yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan di Simeulue dan secara bersama-sama merumuskan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.

“Melalui kegiatan ini kita mencoba menginisiasi dan mendorong partisipasi masyarakat bawah (grass root) untuk ikut serta secara aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Simeulue” katanya.