Masyarakat Simeulue Butuh Forum Multistakeholder Pendidikan

oleh
Field Officer GeRAK Aceh Program BOSP Simeulue Muliyadi
Field Officer GeRAK Aceh Program BOSP Simeulue Muliyadi

SIMELUE | DiliputNews.com – Masyarakat Simelue butuh Forum Multistakeholder pendidikan untuk menghimpun berbagai komponen masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut perbaikan mutu layanan pendidikan di Kabupaten kepulauan tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi dilaksanakan oleh GeRAK Aceh yang didukung oleh USAID-KINERJA bertempat di Simelue Black Coffe Sinabang, Rabu (19/12).

Berbagai komponen masyarakat Simeulue yang terdiri dari Kepala Sekolah, perwakilan Guru, MPD, Media, Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan  dan LSM melakukan diskusi bersama membahas persoalan pendidikan di Kabupaten Simelue. Hadir sebagai pemateri dalam diskusi tersebut adalah Fuad Mardhatillah, M.A dosen Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut Fuad Mardhatillah menekankan bahwa persoalan pendidikan hari ini merupakan akibat kesalahan dari sistem pendidikan masa lalu yang sentralistik.

“Investasi pendidikan seharusnya mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia bukan malah membodohi siswa” tegasnya.

Sementara itu menurut Alex Arao, salah seorang peserta diskusi bahwa persoalan pendidikan di Kabupaten Simeulue antara lain masih minimnya anggaran untuk memenuhi biaya operasi satuan pendidikan di Simeulue, Reward dan Punisment yang masih kurang, kurangnya perlindungan terhadap profesi guru dan distribusi guru yang belum merata untuk setiap daerah.

Dari hasil diskusi tersebut, peserta menyepakati untuk pembentukan forum multistakeholder pendidikan di Kabupaten Simeulue yang akan mendiskusikan berbagai permasalahan pendidikan di Simelue yang kemudian akan dijadikan sebagai bahan masukan bagi pemerintah.

Field Officer GeRAK Aceh Program BOSP Simeulue Muliyadi mengungkapkan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menghimpun berbagai masukan dari berbagai komponen masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan di Kabupaten Simeulue.

“Kegiatan ini kami inisiasi untuk memperkuat komunikasi antar para pihak yang peduli pada peningkatan mutu pendidikan di Simeulue sehingga diharapkan dapat melahirkan ide-ide kreatif yang dapat disumbangkan kepada Pemerintah Simeulue dalam upaya peningkatan layanan mutu pendidikan di Simeulue,” ungkap Muliyadi.