22 Tahun Jalan Di Aceh Selatan Terbengkalai

oleh
Jalan Aceh Selatan
Jalan Aceh Selatan

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Ratusan kepala keluarga Desa Kuta Trieng, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, mengeluh karena sarana jalan di Gunung Toko sudah 22 tahun dibiarkan saja oleh pemerintah setempat tanpa ada perbaikan.

Ainal Mardhiah, warga di Desa Kuta Trieng Minggu menyatakan jalan tersebut sudah 22 tahun belum juga diperbaiki sama sekali, bila hujan turun kondisinya sangat licin, karena aspal jalan itu sudah hancur terkelupas tanpa sisa.
“Selama saya tinggal di lokasi tanjakan jalan yang terjal juga berbelok ini, hampir tiap hari saya menyaksikan korban yang jatuh, karena licin bila hujan,” sebutnya.

Kepala Desa Kuta Trieng Laksamana juga membenarkan tentang kecelakaan yang sering terjadi pada lokasi tanjakan jalan Dusun Gunung Tokoh itu.

“Sebelum saya menjabat kepala desa jalan tersebut memang sudah seperti itu tanpa ada perbaikannya, kami bersama perangkat desa sudah beberapa kali melakukan pengusulan ke kecamatan namun belum ada tanggapan sama sekali, kalau tidak diperbaiki segera maka sekitar 150 KK yang tinggal disana akan terus mengalami kecelakaan,” tutur Kades yang menjabat pada dua desa itu.

Camat Labuhan Haji Barat H Manaf Aldi secara terpisah mengatakan untuk perbaikan jalan itu sudah pernah dibahas beberapa kali dalam musrembang tingkat kecamatan.

Namun, katanya saat dinaikkan usulan itu pada pemerintah kabupaten selalu dilakukan pengalihan, malah dicoret.       “Sebenarnya kami sangat berharap ada perbaikan pada jalan yang sangat menanjak dan terjal itu, karena merupakan satu-satunya akses jalan warga menuju kantor kecamatan dan jalan raya yang hanya berjarak 150 meter,” jelasnya.

Menanggapi persoalan jalan di Kuta Trieng itu, anggota DPRK Aceh Selatan Azmir mendesak Pemkab Aceh Selatan supaya segera memperbaiki jalan tersebut, karena sudah beberapa kali warga di sekitar jalan mengadukan tentang beberapa kejadian kecelakaan.

Jalan yang dinamai Gunung Tokoh itu kondisinya pun tak layak untuk dilewati, padahal jalan itu satu-satunya akses yang digunakan masyarakat.

“Kondisi jalan itu sudah pernah kita tanyakan pada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Selatan T Bachrumsyah, dia mengeluarkan alasan kalau jalan itu tidak ada ruasnya, kemudian anggaran untuk perbaikannya tidak cukup atau minim anggaran,” ungkap anggota Komisi-B DPRK Aceh Selatan itu mengulang kembali pernyataan yang pernah dilontarkan Kadis PU.**[ANT]