Nelayan Desak Pemda Aceh Barat Realisasi Pelabuhan Perikanan

oleh
Indra Juempa , Koordinator Komunitas Nelayan Tradisional (Kontan) Aceh Barat

MEULABOH | DiliputNews.com – Masyarakat nelayan di Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, mendesak pemerintah Aceh Barat segara menuntaskan proyek pembangunan pelabuhan perikanan diwilayah itu.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Komunitas Nelayan Tradisional (Kontan) Aceh Barat, Indra Juempa, Minggu (9/12).

Dikatakan Indra Juempa, desakan tersebut melihat semakin banyaknya kapal nelayan dari berbagai daerah yang berlabuh dan sulitnya membongkar hasil tangkapan.

“Di Aceh Barat memiliki potensi kelautan yang sangat besar, diharapkan bisa dijadikan pelabuhan sentral bagi seluruh aktivitas perikanan laut di Pantai Barat Selatan Aceh yang modern yang disinggahi dari kapal daerah dan dari luar,” katanya.

Sementara itu Kabupaten Aceh Barat telah merencanakan akan membangun pelabuhan perikanan samudera kelas IV sepanjang 12 hektar dibibir pantai perairan setempat pada tahun 2013 mendatang, hal itu setelah menyelesaikan surve awal dan survei Detail Enggeenering Design (DED).

Mengenai hal tersebut kata Indra Juempa, masyarakat nelayan sudah mufakat untuk bersedia bernegosiasi menyangkut harga tanah mereka melalui musyawarah bersama komunitas nelayan di Gampong Padang Seurahet.

“Kami masyarakat nelayan sudah duduk musyawarah bersama menyangkut persoalan harga tanah dan bersedia negosiasi dengan harga yang sesuai demi terlaksananya pembangunan pelabuhan,”ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Indra Jumpa, masyarakat nelayan pemilik tanah di seputar kawasan pembangunan pelabuhan ikan tersebut menawarkan harga Rp300 ribu/ meter, sementara pemerintah daerah selama ini hanya mengemburkan isu membeli tanah seharga Rp150 ribu/meter.