Pengibar Bendera Bulan Bintang di Meulaboh Provokator

oleh
ketua DPW KPA/PA Aceh Barat, Nyak Hasan

MEULABOH | Diliputnews.com – Pimpinan Komite Peralihan Aceh (KPA), mengaku tidak ada mengeluarkan intruksikan pemasangan atau pengibaran bendera bulan bintang kepada anggotanya.

Larangan pemasangan bendera tersebut, disampaikan ketua DPW KPA/PA Aceh Barat, Nyak Hasan kepada Diliputnews.com Selasa (4/12), disela melakukan doa bersama Milad GAM ke-36 di Kelurahan Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

“Kita tidak mengeluarkan intruksikan kepada anggota untuk pengibaran bendera, kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat,” kata Nyak Hasan.

Seperti yang diberitakan sebelum, sebanyak dua bendera berkibar di Meulaboh, Nyak Hasan sendiri mengaku bukan tanggung jawab dia, karena pihak tetap berpedoman pada perjanjian damai MoU Helsinki.

Pimpinan KPA/PA Aceh Barat ini, juga menuturkan pemasangan itu tidak dilakukan oleh anggotanya, melainkan terindikasi dilakukan pemasangan oleh orang tak bertangungjawab atau provokator, yakni pihak ke tiga yang tak ingin Aceh aman terutama di bumi Teuku Umar.

“Kami dari pusat diintruksikan untuk membuat do’a bersama (Zikir) dan menyantuni anak yatim, terkait pengibaran bendera bulan bintang itu bukan bagian dari kelompok kami,” ungkap Nyak Hasan.

Peringatan Milad GAM ke-36 kali ini, Anggota KPA/PA Aceh Barat, dikatakan Nyak Hasan hanya mengadakan doa bersama diikuti oleh sekitar 300 orang, dan menyantuni anak yatim sekitar 100 orang.

“Doa dan zikir bersama tersebut, ditujukan bagi keamanan Aceh dan 1500 Syuhada yang telah meninggal,” tutur Pimpinan KPA/PA Aceh Barat.