Ini Kata Kadis Pendidikan Terkait Aksi Damai Siswa SMUN Unggul Tapaktuan

oleh
Kadisdik Aceh Selatan, Karman BA

TAPAKTUAN | Diliputnews.com – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Karman BA, mengaku kaget dengan kedatangan secara tiba-tiba ratusan murid SMUN Unggul Tapaktuan ke kantornya, Senin (3/12) siang, tanpa ada koordinasi serta pemberitahuan kepada pihaknya terlebih dahulu.

“Seharusnya, mereka sebagai siswa atau murid yang bersekolah di sekolah unggulan lebih tertiblah jika ingin melakukan aksi. Seharusnya datanglah perwakilan mereka dari pengurus Osis ke saya melakukan koordinasi, tapi ini justru tidak dilakukan sehingga terkesan seperti bukan murid yang bersekolah di sekolah unggul,” kata Karman, ketika di konfirmasi wartawan  di ruang kerjanya.

Ia mengakui bahwa, pihak yang harus bertanggung jawab penuh terkait sikap kurang terpuji murid SMUN Unggul Tapaktuan itu adalah Kepala Sekolahnya.

“Oleh sebab itu, besok akan saya panggil Kepala Sekolahnya untuk saya mintai pertanggung jawabannya, sekaligus akan saya tegur dia,” tegas Karman.

Menurutnya, mengenai masalah biaya makan siswa SMUN Unggul Tapaktuan, saat ini sedang dilakukan pembahasan secara komprehensif dengan pihak dinas keuangan Pemkab Aceh Selatan.

Berhubung saat ini kepala Dinas Keuangan sedang berada di Jakarta, kata Karman, makanya anggaran untuk biaya makan siswa itu belum bisa di cairkan.

“Saya berjanji, besok pagi persoalan itu akan saya selesaikan, jika pun Kadis Keuangan belum pulang, kami akan cari solusi lain. Yaitu akan kami lakukan pinjaman uang kepada pihak ketiga,” tegas Karman.

Terkait dengan proses belajar mengajai yang tidak berjalan normal lagi, menurut Karman, seharusnya tidak ada alasan Guru PNS malas-malasan bekerja hanya karena belum cairnya dana insentif buat mereka.

“Khususnya Guru PNS yang telah memperoleh sertifikasi , yakni tanggungjawab mereka mengajar seharusnya 24 jam, tidak ada alasan macam macam itu memang kewajiban mereka para Guru yang telah mengantongi sertifikasi,”  tandas Karman.