Ratusan Siswa SMUN Unggul Tapaktuan Terancam Kelaparan

oleh
Ratusan Siswa SMUN Unggul Tapaktuan Terancam Kelaparan

TAPAKTUAN | Diliputnews.com – Ratusan siswa SMUN Unggul Tapaktuan menggelar aksi protes damai ke Pemkab Aceh Selatan dengan cara makan dan belajar bersama di halaman depan kantor Dinas Pendidikan, Senin (3/12) sekitar pukul 12.30 WIB siang.

Aksi damai itu sebagai bentuk sikap protes mereka terhadap Pemkab cq Dinas Pendidikan Aceh Selatan, karena di nilai selama ini sudah tidak begitu memperdulikan lagi nasib mereka yang sudah berantakan tidak maksimal lagi mengecap pendidikan di Sekolah unggulan itu.

“Selama ini, proses belajar mengajar sudah tidak optimal lagi, guru sudah jarang masuk, jatah makan juga sudah tidak teratur, sementara kami di wajibkan tinggal di asmara sekolah,” ungkap Emil Riza Pratama dan Ikmal Amren, siswa kelas 3 SMUN Unggul Tapaktuan, di sela-sela aksi protes yang mereka lancarkan di kantor Disdik Aceh Selatan.

Menurut mereka, kondisi itu sangat berbanding terbalik dengan kondisi yang di janjikan oleh pihak pengelola sekolah waktu pertama masuk dulu, dimana akan di sediakan program pendidikan unggulan yang tidak di dapatkan di sekolah lain seperti belajar mulai pagi, siang, sore sampai malam.

Selain itu, tambahnya, makan juga akan di tanggung sepenuhnya oleh Pemda Aceh Selatan mulai dari sarapan pagi sampai makan malam.

“Tapi realisasinya dilapangan sekarang, justru sangat berbanding terbalik. Semua yang di janjikan itu nihil atau bohong belaka. Kondisi kami saat ini belajar dan makan saja sudah tidak teratur lagi, untuk kebutuhan makan sehari-hari terpaksa kami beli sendiri dengan minta uang kepada orang tua masing-masing,” ungkap Emil Riza Pratama.

Meskipun dengan kondisi serba darurat itu, tambahnya, beberapa siswa di sekolah SMUN Unggul tersebut juga ada yang telah berhasil menjuarai sejumlah perlombaan baik di tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Tapi, terhadap para siswa yang berprestasi itu, sama sekali sedikitpun tidak ada perhatian dari Pemda Aceh Selatan, seperti semacam memberi penghargaan melalui pemberian beasiswa secara Cuma-Cuma untuk menambah motivasi belajar para siswa berprestasi tersebut, Pemda Aceh Selatan seperti tidak mau tahu dengan kondisi atau keadaan murid di SMUN Unggul Tapaktuan selama ini, Pemda Aceh Selatan terkesan cuek aja,” sesalnya.

Terkait tidak berjalan optimalnya proses belajar mengajar, menurut para siswa SMUN Unggul Tapaktuan itu, tidak dapat mereka salahkan para dewan Guru yang ada di sekolah unggulan itu.

“Seperti Guru PNS contohnya, kewajiban mereka mengajar adalah mulai pagi sampai siang, sementara untuk jatah sore sampai malam bagaimana harus mereka mengajar lagi jika tidak pernah diberikan dana insentif buat mereka oleh Pemda Aceh Selatan,” ujar perwakilan siswa SMUN Unggul Tapaktuan tersebut.

Oleh sebab  itu, mereka menuntut kepada Pemkab Aceh Selatan, semoga dengan aksi damai itu akan terbuka mata hati para pejabat di jajaran Pemkab Aceh Selatan untuk lebih serius memperhatikan nasib para siswa yang sedang menimba ilmu di sekolah unggul Tapaktuan itu.

Para siswa SMUN Unggul Tapaktuan itu mengancam, jika tuntutan mereka itu tidak segera di tindak lanjuti oleh Pemkab Aceh Selatan,  maka mereka mengancam akan kembali menggelar aksi serupa besok pagi dengan mengerahkan massa yang berasal dari para siswa-siswi SMUN Unggul Tapaktuan dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

“Jika tuntutan kami, tidak di tindaklanjuti, maka kami akan kembali menggelar aksi damai serupa ke kantor Dinas Pendidikan Aceh Selatan yaitu makan dan belajar bersama di halaman depan kantor Disdik Aceh Selatan,” pungkas Emil Riza Pratama.