LPSK Tindak Lanjuti Pengaduan Saksi Penganiayaan Napi

oleh
Rahmat Hidayat SH | Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulab

Meulaboh | Diliputnews – Terkait pelaporan keluarga korban melalui LBH Banda Aceh Pos Meulaboh perihal perlakuan yang tidak tidak adil dan sewenang-wenang yang terus berlanjut atas diri korban beserta saksi, LPSK selaku lembaga pelindung saksi dan korban (HS) akan menindak lanjutinya. LPSK meminta supaya korban segera melengkapi beberapa dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan.

Dalam surat yang diterima LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, No.R-280/UP2-LPSK/07/2012, (20/07/2012), LPSK memberitahukan kalau permohonan perlindungan korban sudah dicatat dan diregister dengan No.249/P.UP2-LPSK/VII/2012. Disamping itu juga, Satgas III UPP LPSK meminta korban segera melengkapi berkas berupa identitas korban dan abang kandungnya, Taufit Ahadi, SP2HP dan berkas terkait lainnya.

Surat yang pernah disampaikan LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, No. 09/SK/LBH BNA-POS MBO/VI/2012, (13/06/12) sebagai laporan karena adanya larangan pegaduan atas apa yang dialami korban, rekayasa korban termasuk NAPI lari, larangan kunjungan, desakan damai dengan cara-cara salah, ancaman akan dipindah ke LP luar Aceh, paksaan menandatangani BAP pelarian, dan rakayasa-rekayasa surat lainnya terkait dengan korban di tuduh melarikan diri yang dilakukan oleh pelaku.

Termasuk upaya penghilangan alat bukti berupa saksi. Tamping sebagai saksi sebelum diperiksa di briiffing oleh beberapa oknum LP terlebih dahulu supaya tidak berkata jujur. Tak luput juga saat kunjungan perwakilan institusi, seperti Kanwil Kemenkumham Aceh, Komnas HAM dan Ditjen Lapas Kemenkumham Jakarta, mereka diminta supaya diam. Sebelumnya juga sudah pernah disampaikan surat pelaporan dan permohonan kepada Menteri Hukum dan HAM, No. /SK/LBH BNA-POS MBO/V/2012, (29/05/12) yang tembusannya juga di tujukan ke LPSK.

Saksi, Korban beserta keluarga dan LBH Banda Aceh Pos Meulaboh menyambut baik atas respon positif dari LPSK. Maka apa yang diminta oleh institusi negara ini segera akan di penuhi dalam waktu dekat.

LBH Banda Aceh Pos Meulaboh juga berharap kepada kejaksaan segera menahan pelaku dan melimpah perkara penganiayaan HS ke pengadilan. Sebab publik mulai bertanya-tanya, “mengapa proses hukumnya sangat lamban, masa sampai sekarang perkaranya belum ke meja hijau?. Sementara korban beserta keluarga juga sudah tak sabar atas keadilan yang di harapnya supaya pelaku dapat dihukum dan diproses secara transparan.