20 Hektar Lebih Lahan Masyarakat Aceh Singkil Terbakar

oleh
20 Hektare Lebih Lahan Masyarakat Aceh Singkil Terbakar

Aceh Singkil | Diliputnews – Puluhan hektar lahan masyarakat di bagian utara Singkil, Kabupaten Aceh Singkil sejak lima hari terakhir terbakar. Hingga Senin (25/6) petang, kobaran api terus membesar mengepung tiga desa relokasi korban gempa.

Asap tebal membubung dan menutupi wilayah tiga desa yakni Takal Pasir, Tulak Ambun dan Siti Ambia. Puluhan petugas pemadam kebakaran Pemkab Aceh Singkil bekerja keras menganulir api jangan sampai membakar lokasi pemukiman warga. Tebaran asap sampai ke wilayah Kecamatan Gunung Meriah dan Singkil Utara.

Kepala Satuan Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan WH Aceh Singkil Arifin menyebutkan, satuan yang dipimpinnya telah berupaya memadamkan api selama empat hari terakhir. Namun, ujarnya, akibat dalamnya lahan gambut di kawasan itu sehingga api sulit dipadamkan. Apalagi titik api cukup banyak, petugas memprioritaskan memadamkan api yang mendekati pemukiman penduduk.

Menurutnya, kobaran api yang paling besar dan sangat melelahkan petugasnya terjadi dua hari terakhir. Kepungan api cukup besar dan lebih luas karena tidak hanya lahan kosong yang terbakar tetapi lahan masyarakat yang sudah ditanamai kelapa sawit dan sebagain lahan perusahaan juga ikut terbakar.

Arifin memperkirakan jumlah lahan kosong yang terbakar mencapai 20 hektar lebih, sedangkan lahan yang sudah ditanami kelapa sawit sekitar belasan hektar. Dia belum mengetahui kerugian masyarakat akibat kebakaran tersebut.

Sumber api juga dikatakan tidak diketahui karena titik api menyebar di berbagai tempat. Bahkan api juga ada di kawasan gambut daerah Sukadame dan tempat lainnya Singkil Utara. Hampir sebulan terakhir musim kemarau melanda kawasan ini, sehingga lahan gambut yang kering mudah terbakar oleh titik api kecil sekalipun, ujarnya. Diakuinya kabut asap yang menutupi wilayah Kecamatan Singkil, Singkil Utara dan sebagain wilayah Gunung Meriah dalam tiga hari terakhir sumbernya adalah kebakaran lahan itu.

Dia berharap agar masyarakat jangan sembarangan melakukan pembakaran lahan atau setidaknya harus hati-hati dengan api, meski puntung rokok sekalipun, karena lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar.