Kemana Aceh akan Dibawa oleh Zaini dan Muzakir?

oleh
Kemana Aceh akan Dibawa oleh Zaini dan Muzakir?

Pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2012-2017 Zaini Abdulah dan Muzakir Manaf, dipastikan akan berlangsung pada tgl 25 juni mendatang. Setelah adanya kepastian tentang keputusan Presiden (Kepres) tentang pengangkatan pemimpin Aceh yang baru.

Berjuta harapan masyarakat Aceh kepada gubernur dan wakil gubernur terpilih Zaini dan Muzakir disampaikan secara suka cita. Mulai dari permintaan soal kesejahteraan sampai jaminan keamanan terlontar dari mulut warga.

Menurut Kaidir, rakyat Aceh berharap satu saja yaitu soal kesejahteraan. Jika hal itu tidak terpenuhi, maka itu akan merusak kepercayaan terakhir yang diberikan kepada Partai Aceh untuk memimpin Aceh. Akibatnya, tambah Kaidir, dunia international tidak akan percaya lagi dengan pemerintahan saat ini.

Lain lagi pendapat Via, seorang ibu rumah tangga. Ia berharap adanya keamanan di Aceh.

Kalau keamanan baik, tuturnya, tentu ekonomi bisa berjalan dan kehidupan ekonomi masyarakat di Aceh akan semakin membaik.
Sementara itu sejarah masa lalu menjadi isu sentral, tutur Rahmat. Pelanggaran HAM di masa konflik belum ada penyelesaiannya hingga saat ini. Warga lainnya, Safril mengatakan:

“Saya sebagai pemuda Aceh berharap agar kepemimpinan Zaini-Muzakir nantinya bisa menuntaskan kasus-kasus yang terjadi di aceh seperti korupsi, kekerasan terhadap masyarakat, dan semoga Muzakir dapat membuka lapangan pekerjaan, memberi pendidikan dan kesehatan gratis.”

Meraup suara terbesar

Zaini Abdulah dan Muzakir Manaf merupakan pasangan yang diusung Partai Aceh, dan telah meraup suara terbesar dalam Pilkada Aceh 9 April lalu. Pasangan ini memperoleh 55,90 % suara mengalahkan pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan dari jalur independen yang hanya memperoleh 28,66 % suara.

Pemerhati masalah sosial di Aceh barat, Sudarman Alwi menjelaskan kemenangan pasangan tersebut merupakan sejarah kedua Aceh yang dipimpin oleh mantan petinggi GAM. Tugasnya adlaah membenahi pekerjaan rumah menyangkut penyelesaian konflik intern di tubuh Partai Aceh sendiri.

Saat ini Partai Aceh menguasai kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), otomatis segala keputusan yang diambil untuk menentukan arah pembangunan dan keinginan bersumber dari satu pintu. Termasuk keinginan mempunyai bendera Aceh sendiri, apakah keinginan tersebut masih menjadi tujuan para peminpin Aceh.

Bendera Aceh

Sofyan Sawang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (P3 ) mengatakan ‘’Sah-sah saja keinginan mempunyai bendera Aceh, asal bendera Aceh nanti harus berdampingan dengan bendera merah putih itu tidak menjadi masalah. Itu amanah Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).”

Zaini Abdulah dan Muzakir Manaf telah mendapat kepercayaan rakyat, dunia internasional juga akan melihat bagaimana pasangan ini nantinya membawa Aceh keaarah lebih baik atau malah sebaliknya.