Pelantikan Gubernur Aceh Zaini – Muzakir Dikawal Ketat

oleh
Gubernur Aceh Zaini – Muzakir

Banda Aceh | Diliputnews – Beberapa pria berpakaian loreng merah hitam dengan baret merah menyala berdiri di gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Senin 25 Juni 2012. Berkacamata hitam ala marinir Amerika Serikat mereka tampak gagah ditambah sepatu PDL bewarna sama.

Pria-pria berseragam ini bukanlah kesatuan militer ataupun personil dari kepolisian Republik Indonesia. Hal itu terlihat jelas dari atribut yang dipakainya dengan logo Satgas Partai Aceh (PA). Ya, mereka merupakan satuan petugas partai pemenang pemilukada 2012 ini.

Mereka akan memeriksa tanda pengenal setiap undangan yang sudah diberikan panitia pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Keamanan memang sangat ketat. Maklum saja, banyak pejabat kelas kakap yang datang hari ini. Di antaranya beberapa Duta Besar negara tetangga.

Lepas dari penjagaan pasukan baret merah, para undangan kemudian diperiksa kembali oleh personil kepolisian dari Polresta Banda Aceh. Ada beberapa polisi wanita berjaga tepat di kiri gerbang DPRA. Para polwan ini dibantu polisi pria, akan memeriksa setiap barang bawaan para undangan. Tidak terkecuali wartawan.

“Maaf bang. Kami periksa dulu barang-barang bawaannya,” ujar salah seorang Polwan seraya tersenyum ramah.
Kepolisian Daerah Aceh memang tidak mau main-main dalam memberikan pelayanan keamanan pelantikan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Menurut keterangan Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan, lebih dari 970 personil hari ini diaktifkan di lokasi pelantikan dan dibantu TNI serta Satgas Partai Aceh maupun Satpol PP.

Di luar gerbang DPRA, terlihat puluhan papan nama ucapan selamat diberikan oleh institusi dan pribadi untuk Zaini dan Muzakir. Tidak hanya itu, ratusan masyarakat dan simpatisan PA juga telah mulai bergerak menuju kantor DPRA yang terletak di Jalan Teungku Daud Beureueuh itu.

Wajah mereka tegang. Ada yang senang. Bahkan ada pula yang garang. Pemimpin yang digadang-gadang hari ini akan dilakapkan menjadi pemimpin negeri.

Tentu saja mereka ramai-ramai antri menuju pusat perhelatan pelantikan Doto Zaini. Tidak tua dan muda. Semua sama saja. Bukan hanya dari pusat kota Banda Aceh. Mereka datang dari luar kota Banda Aceh. Bahkan ada yang dari Timur dan Selatan wilayah Aceh. Semua dalam satu tujuan. Menyaksikan pemimpin Aceh yang akan dinisbatkan sebagai pimpinan Aceh-1 dan Aceh-2.

Mereka tak menggubris pernyataan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan DPRA. Euphoria kemenangan telah mengalahkan panasnya sengatan matahari. Seperti halnya para pria baret merah dan berseragam loreng di gedung DPRA tadi. Mereka siaga, menjaga apa yang harus dijaga.