LBH Banda Aceh Dampingi Penahanan 4 Petani Aceh Singkil

oleh
LBH Banda Aceh Dampingi Penahanan 4 Petani Aceh Singkil

Meulaboh | Diliputnews – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Koalisi NGO HAM dan Kontras Aceh, mendapingi empat petani Aceh Singkil yang di tangkap polisi pada 22 Mei 2012 lalu, terkait kasus sengketa lahan dengan PT Nafasindo Kabupaten Aceh Singkil.

Polisi menangkap keempat warga itu dengan alasan telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan seperti tertuang dalam pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sebanyak sembilan pengacara yang mendapingi dari tiga lembaga swadaya masyarakat yang selama ini bekerja dalam bidang penegakan hukum dan hak asasi manusia.

Pengacara LBH Banda Aceh Moch. Ainul Yaqin, S.HI mengatakan sebanyak sembilan pengacara yang mendapingi keempat warga tersebut dalam proses persidangan nantinya, diantaranya Dari LBH Banda Aceh, Kontras Aceh, Koalisi NGO HAM.

“Dari sembilan orang itu, tujuh berasal dari LBH, satu orang masing-masing dari Koalisi NGO HAM dan Kontras Aceh,” ungkap Ainul.
Moch. Ainul Yaqin datang ke Polres Aceh Singkil bersama Ketua LSM Gempa, Rusli Jabat, Sabtu (23/6).

Selain berkas perkara yang tidak lengkap, menurut Ainul sampai sekarang tiga orang dari mereka juga belum mau menandatangi BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang diberikan polisi. Tiga tersebut adalah Haji Sairun, Jaminuddin dan Juliadin. Sedangkan satu orang yang telah menandatangani adalah Sahyani.

Sampai kini berkas perkara empat warga tersebut masih berada pada penyidik di Aceh Singkil.