Heboh Berita Gangguan Jiwa, Warga Aceh Selatan Resah

oleh
Foto : Kompas | Heboh Berita Gangguan Jiwa, Warga Aceh Selatan Resah

Aceh Selatan | Diliputnews – Heboh berita tentang banyaknya warga Aceh Selatan yang menderita gangguan jiwa telah menimbulkan keresahan warga beberapa hari terakhir. Pada saat yang sama, berita tersebut telah menjadi pembicaraan hangat di berbagai lapisan yang memunculkan penafsiran dalam berbagai versi.

Menurut pantauan, heboh tentang banyak warga Aceh Selatan menderita gangguan jiwa muncul menyusul pemberitaan di sebuah media cetak lokal yang melansir keterangan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Burhanuddin yang menyatakan 32,1 persen penduduk Aceh Selatan sakit jiwa.

Anggota DPRK Teuku Mudasir kepada Analisa mengungkapkan, dirinya menilai berita tersebut terlalu mengada-ngada sembari mempertanyakan metode penelitian apa yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sehingga “nekat” mengambil kesimpulan konyol sekaligus membeberkan di media massa.

Disebutkan, ini luar biasa. Dengan asumsi total jumlah penduduk Aceh Selatan 240.000, berarti ada 77.040 jiwa yang mengalami sakit jiwa. “Ini luar biasa,” kata Mudasir seraya mengimbau pihak-pihak untuk bersikap kritis dan cerdas dalam menerima informasi sehingga tidak sampai memunculkan keresahan atau salah tafsir atau penilai konyol. Apa yang diungkapkan T.Mudasir merupakan representasi pandangan publik Aceh Selatan.

Bukan Daerah Tsunami

Pandangan senada diungkapkan seorang pemerhati di Aceh Selatan, Teuku Sukandi, dengan menambahkan, ironisnya penyebab gangguan jiwa itu muncul sebagai ekses konflik dan bencana tsunami. Padahal Aceh Selatan bukanlah termasuk daerah konflik besar dan juga bukan daerah sasaran tsunami.

Ditambahkan, jika kembali kepada realitas Aceh Selatan tidak pernah terserang tsunami namun hampir sepertiga penduduknya terserang sakit jiwa, berapa besar pula jumlah penderita sakit jiwa di daerah-daerah telah terkena gelombang tsunami. “Ini kan aneh,” katanya seraya mempertanyakan tingkat kecerdasan pihak-pihak yang dengan sekenanya menebar informasi yang masih diragukan kebenarannya.

Sementara itu, pasca tersebarnya berita besarnya jumlah penderita sakit jiwa di Aceh Selatan, Analisa di Tapaktuan menerima komentar dari berbagai kalangan melalui pesan singkat. Di antaranya ada yang bernada lucu menulis, “untuk diketahui, 77.040 penderita sakit jiwa itu jika diangkut dengan kendaraan bermorot butuh hampir 1.5000 unit bus berbadan besar kapasitas 50 seat”.

Menurut pantauan, menyusul keresahan yang muncul akibat pemberitaan yang dinilai terlalu bombastis dan mengada-ngada, itu masyarakat mengimbau Pemkab Aceh Selatan segera melakukan klarifikasi ke Dinas Kesehatan Provinsi sekaligus meminta pertanggung jawaban atas informasi keliru tersebut.

“Imbauan masyarakat agar Pemkab proaktif, itu benar sehingga orang tidak salah asumsi. Setidaknya, dari judul berita telah memvonis 32,1 persen warga Aceh Selatan mengalami gangguan jiwa,” kata T.Sukandi.