Rombongan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf Dihadang Warga

oleh
Rombongan Wakil Gubernur Aceh Dihadang Warga

Meulaboh | Diliputnews – Rombongan wakil Gubenur Aceh Muzakir Manaf dihadang sejumlah warga di Desa Simpang Seuneubok Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat saat menghadiri acara syukuran serangkaian silaturrahmi dengan seluruh masyarakat di Kabupaten wilayah Pantai Barat Selatan Aceh.

Penghadangan terjadi sekitar pukul 14.00 Wib, Massa yang melakukan penghadangan disebut-sebut merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang terdiri dari anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) setempat.

“Kami tidak tahu pasti motif penghadangan oleh warga tersebut namun mereka dapat dikendalikan oleh rombongan Mua’elem (pimpinan) wakil gubernur Aceh Muzakir Manaf,” kata Nyak Hasan Selaku Sekjen Partai Aceh kepada sejumlah wartawan didalam ruko miliknya usai pulang mendampinggi rombongan Muzakir Manaf.

Kedatangan wakil gubenur Aceh terpilih pada pilkada 9 April 2012 Muzakir Manaf selain bersilaturrahmi juga merencanakan deklarasi bersama terhadap dukungan PA kepada pasangan calon bupati Aceh Barat Teuku Alaidinsyah- Rachmad Fitri HD dilapangan sepak bola Lhung Tanoh Toe.

Ia mengatakan, bahwa sebagian warga yang menghadang rombongan kader Partai Aceh (PA) tersebut adalah pendukung pasangan cabub Aceh Barat Ramli,Ms-Mohariadi yang juga sebagiannya simpatisan PA.

Katanya, pertemuan petinggi Partai Aceh tersebut gagal dilaksanakan dikawasan setempat setelah peristiwa itu dan rombongan wakil gubernur Aceh ini langsung kembali ke Banda Aceh.

“Yang menhadang itu kami kenal dan mereka pendukung pasangan Ramli,Ms dan Mohariadi, sementara PA pusat sudah memutuskan dan menandatanggani perjanjian mendukung pasangan Alaidinsyah,”tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa pada pilkada putaran kedua di Aceh Barat yang direncanakan berlangsung pada 2 Juli 2012 Muzakir Manaf bertindak atas nama Ketua Dewan Pimpinan Partai Aceh, sudah menandatanggani kontrak politik mendukung pasangan nomor urut delapan.

Sebutnya, seluruh anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) sepakat satu payung mendukung kandidat yang ditunjuk petinggi mereka untuk melahirkan sebuah kebijakan yang sinergik demi tercapainya pembangunan kedepan lebih meningkat.

Nota perjanjian kontrak politik tersebut tertuang dalam selebaran yang dibagikan kepada seluruh masyarakat Aceh Barat dan ditanda tanggani oleh Ketua DPA Muzakir Manaf yakni wakil Gubernur Aceh priode 2012-2017.