Penganiayaan Napi, Ormas Aceh Barat Desak Polisi Menahan Pelaku

oleh
Penganiayaan Napi, Ormas Aceh Barat Desak Polisi Menahan Pelaku

Meulaboh | Diliputnews – Sejumlah Masyarakat Sipil Aceh Barat mendesak kepolisian segera menahan pelaku, M.Y dan Y penganiaya Napi HS (29) beberapa waktu lalu, pasalnya hingga saat ini mereka terus melakukan upaya-upaya agar proses hukum tidak di lanjutkan. Bukan malah di rawat dan di obati, sebelum dan sesudah melapor ke LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, ekpose media dan pelaporan ke Polres Aceh Barat, korban malah terus menerima perlakuan-perlakuan yang tidak patut.

Korban dilarang mengadu dan disuruh mengakui memar di mata akibat tertabrak tembok.. Pemerasan sebanyak uang Rp. 5.000.000 rupiah. Rekayasa korban termasuk kedalam kelompok Napi lari yang tertangkap kembali tapi tidak bisa di kunjungi. Usaha pendekatan yang tidak di benarkan hukum oleh beberapa oknum pegawai Rutan/ Lapas ke korban maupun keluarganya agar mau berdamai.

Ancaman korban akan dipindahkan keluar Aceh. Paksaan menadatangani BAP yang isinya bahwa “korban merupakan Napi yang melarikan diri. Usaha rekayasa selanjutnya, melalui surat yang tertempel di sisi kanan daftar nama Napi Lari yang tertangkap kembali dimana isinya menerangkan bahwa Hendra Suadi melarikan diri selasa, 15 Mei 2012, akan tetapi suratnya di terbitkan tanggal 12 Mei 2012.

Selanjutnya penghilangan bukti surat daftar nama Napi lari yang sudah tertangkap sebanyak 27 orang yang tertempel bagian luar pos penjagaan penerimaan tamu yang tidak tertera nama Hendra Suadi. Intimidasi terhadap ibu korban oleh orang yang mengaku dari media Metro. Ancaman kalau lanjut korban tidak akan mendapat Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat, Asimilasi dan Remisi. Paksaan menandatangani surat damai.

Sederetan perlakuan yang tidak patut ini seharusnya kepolisian sudah memiliki alasan yang kuat untuk menangkap dan menahan pelaku sesuai pasal 21 KUHAP. Apalagi mengingat dugaan menghilangkan alat bukti jelas terlihat. Sebagimana informasi dari korban bahwa sebelum pemeriksaan saksi, seluruh tamping telah di briiffing oleh beberapa oknum LP supaya tidak memberi keterangan. Ditambah lagi sesuai dengan dugaan pasal pidana yang di pasang, yakni 351 KUHP dimana ancaman hukuman maksimal 5 (lima) tahun.

Sebenarnya dari sejak awal hal tersebut sudah teridentifikasi oleh pihak kepolisian sejak awal. Sebab bukan tidak mungkin perbuatan dengan tujuan penghambatan pengungkapan peristiwa penganiayaan yang dialami korban dilakukan. Apalagi diketahui seluruh saksi, korban dan pelaku sampai saat ini masih berada di satu Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu Rutan/ Lapas Klas II B Meulaboh. Oleh karenanya ancaman, teror dan intimidasi terhadap korban dan Napi lain sebagai saksi berpeluang besar terjadi.

Kami menilai ada kesan prkatek proses hukum pilih kasih sedang dipertontonkan kepada masyarakat. Seperti istilah mata pisau akan tajam jika kebawah, sedangkan ke atas akan tumpul. Dengan tidak di tahan juga terkesan ada isyarat yang di berikan kepada pelaku agar berusaha kuat agar kasus tersebut di tutup. Kepolsian harus segara menghentikan usaha-usaha yang bertentangan dan melukai rasa keadilan masyarakat dengan cara menangkap dan menahan pelaku.

Perlu di sampaikan juga bahwa hingga saat ini korban terus menerima perlakuan yang tidak patut. Kabar terbaru kami peroleh, yakni karna kehadiran Komnas HAM ke LP, kemarin para Napi dikumpulkan oleh oknum LP agar tidak memberi keterangan yang buruk-buruk. Bahkan ada kabar korban diminta oleh orang yang ngakunya dari Kanwil Hukum dan HAM Aceh agar tidak meyampaikan apa yang dialami oleh korban ke pihak Komnas HAM.

Sebagai komitmen untuk memantau proses perolehan hak keadilan atas korban, kami berencana dalam waktu dekat akan beraudiensi dengan pihak kepolisian. Kami akan mempertanyakan kembali keseriusan kepolisian dalam penegakan hukum di Aceh Barat, khususnya penganiayaan Napi. Termasuk perkembangannya, desakan menuntaskan pengusutan serta menangkap dan menahan pelaku penganiaya.

Adapun Ormas yang mendesak Polisi untuk menahan pelaku penganiayaan Napi LP Meulaboh diantaranya : LBH Pos Meulaboh, LSM Asoh, Gerak Aceh Barat, DPW FOPKRA Aceh Barat, KPW SMUR Aceh Barat, DPW KMPA Aceh Barat, FK-GEMAB Aceh Barat, BEM FISIP – UTU, Alumni CEFIL, HMI Cabang Meulaboh, SOMBEP Aceh Barat, LSM Gebrak.