Komnas HAM Hanya Memeriksa Sarana Dan Prasarana di LP Meulaboh

oleh
Komnas HAM Hanya Memeriksa Sarana Dan Prasarana di LP Meulaboh

Meulaboh | Diliputnews – Pasca diduga penganiayaan narapida di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) II Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pada bulan Mei lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Aceh dan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Aceh mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Meulaboh, (12/6).

Tujuan dari kedatangan Tim Komnas HAM dan Depkum HAM Aceh ke LP II Meulaboh, hanya sebatas untuk memeriksa sarana dan prasarana di LP, seperti yang di katakan Ketua Komnas HAM Perwakilan Aceh Safriadi Utama, Kepada Diliputnews.com.

“Kita hanya mengecek sarana dan prasarana di LP, tidak ada terkait dengan kasus penganiayaan Napi,” Ungkapnya.

Kata Safriadi Utama terkait penganiayaan Hendra Suadi, untuk saat ini kita masih dalam proses, intinya kedatangan kami bukan masalah panganiayaan Napi Hendra.

Pemeriksaan tersebut yang di lakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas Ham) selama 7 jam dari 07:00 sampai 13: 00 wib.

Selain itu Staf Depkum HAM Aceh M Tavip, yang tergabung dalam rombongan tersebut saat dijumpai dirinya tidak mau memberikan komentar, Pasalnya bukan kapasitas dia untuk memberikan informasi kepada media.

“Saya tidak ada bisa memberikan komentar terkait kedatangan kami, untuk lebih jelasnya langsung saja Tanya kepada Depkum dan HAM. Kedatangan Kami disini hanya biasa – biasa saja, bukan kasus besar,” katanya.

Tempat terpisah koordinator Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh Pos Meulaboh Rahmat Hidayat. SH kepada Diliputnews.com mengatakan Meski mengecek fasilitas LP tapi kita berharap Komnas HAM juga tidak melupakan penganiayaan Napi, Hendra. Sebab apa yang dialami Hendra tergolong serius karena ada kaitan dengan pelanggaran hak-hak Napi selaku manusia. Ujarnya

Rahmat juga menambahkan Lembaga yang konsent terhadap penegakan HAM ini mesti segera mengambil langkah-langkah kongkrit terhadap pengaduan yang telah di sampaikan oleh pihak keluarga, termasuk surat ke Menteri Hukum dan HAM yang ikut di tembuskan ke Komnas HAM Aceh.

“ Sampai saat ini kita masih menunggu dan Komnas HAM tidak akan mengecewakan tentunya. Pastinya mereka akan mengupayakan langkah penanganan lebih lanjut atas perkara ini. Untuk menghentikan penanganannya, kami pikir tidak akan terjadi. Ini semua hanya menyangkut soal waktu,”.