Kasus Rawa Tripa: Geuchik Sumber Bakti Merasa Terancam

oleh
Kasus Rawa Tripa: Geuchik Sumber Bakti Merasa Terancam

Nagan Raya | Diliputnews – Geuchik Sumber Bakti Kecamatan Tripa Ibduh merasa terancam, pasalnya Danramil Darul Makmur, Kapten Ngatimun, memanggil untuk menjumpai dirinya dikantor koramil setempat.

Ibduh mengaku dipanggil oleh Danramil pada hari Jumat 4 Mei 2012 lalu, Dalam pertemuannya, Ibduh menceritakan Ngatimun bertanya mengapa dirinya berani melaporkan kasus Rawa Tripa ke Mabes Polri.

Dalam pertemuan tersebut Danramil Darul Makmur mengatakan kepada Ibduh, “Bapak Tau enggak orang yang bapak lawan itu orang besar. Apa bapak tidak sadar kalau bapak orang kecil, kalau di Medan bapak sudah mati, untuk bapak orang Aceh, dan bapak juga geuchik pura-pura,” ungkap Danramil Kepada Ibduh.

Geuchik Ibduh hanya diam saja, menurut Ibduh, PT Kalista Alam menggarap lahan di Rawa Tripa tanpa memiliki izin HGU (Hak Guna Usaha). Namun pada 2006 perusahaan tersebut masih menggarap lahan yang luasnya mencapai 16,5 hektare.

“Saya melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri, karena mereka telah menggarap lahan tanpa izin HGU. Bahkan izin baru keluar 2011, tapi mereka sudah menggarapnya sejak 2006,” kata Ibduh.

Ibduh juga mengatakan, laporan ke Mabes Polri bukan hanya karena izin garap tapi juga akibat yang ditimbulkan dari penggarapan lahan tersebut.

“Di Desa sekitar kawasan Rawa Tripa, masyarakat mengalami banjir dan saat musim kemarau mengalami kekeringan air, hingga air sulit didapat,” pungkasnya.

Selain itu kata Ibduh, pada 2 Juni 2012, Ia juga sempat dihubungi oleh Ngatimun via telepon, dan meminta agar jangan terlalu maju dalam kasus ini, apalagi hingga masuk media. Pada saat itu menurut Ibduh, Ngatimun mengatakan secara baik-baik.

“Hal trsebut saya tidak ambil pusing, untuk melapor kepada pihak kepolisian, sebab saya tidak kenal orangnya , jadi saya agak takut melaporkannya,” ungkap Ibduh.**(Q1)