Mengaku Tiga Wartawan Diancam Oleh Pj Walikota

oleh
PJ Walikota Lhokseumawe Arifin Abdullah Uramy

Lhokseumawe | Diliputnews – Tiga wartawan masing-masing Zainuddin Abdullah dari Media Harian Waspada, Mulyadi dari Harian Realitas dan Faisal Bahari dari Radio Elsinta Jakarta mengaku di ancam oleh PJ Walikota Lhokseumawe Arifin Abdullah Uramy saat melakukan konfirmasi berita. Selasa 5 Juni 2012.

Zainuddin Abdullah menuturkan, mereka bertiga datang ke menjumpai PJ Walikota itu untuk mengkonfirmasi sejumlah berita, dalam sesi wawancara, yang pertama menanyakan soal limbah PT PIM yang telah diselidiki dan terbukti positif oleh Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Lhokseumawe.

Mereka menanyakan hal sejauh mana tindakan Pemko Lhokseumawe, dalam hal ini PJ Walikota menjawab tak mengerti.

Pertanyaan selanjutnya, tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) katagori satu, sejauh mana sudah Surat Keputusan (SK) mereka ? Dan, kedua katagori tentang rekrutmen yang baru ?

Berdasarkan cerita tiga wartawan itu, PJ Walikota mulai terlihat marah-marah saat wartawan itu mengajukan pertanyaan, terkait banyaknya keluarga dari PJ Walikota yang berkerja di kantor tersebut.

“Saat kami tanyakan tentang keluarga dia yang banyak kerja dikantor ini, di sinilah dia ancam saya dan mememanggil pengaman tertutup (pantup) menggiring kami,” Ujar Zainuddin Abdullah wartawan waspada ini.

Bentuk kata-kata kasar dilontarkan pejabat itu ‘Awakkah bek kepeugot berita yang ken-ken, menyoe katuleh berita tentang rame ureung Gampong long (Red) kerja honorer di sino, long akan kulapor ke pengadilan dan kupeuloep awakkah lam penjara, nyan beu ka-ingat.

(Orang kalian jangan buat berita yang tidak-tidak, kalau kalian tulis berita tentang ramai orang kampung saya (Kampung Kelahiran Pak Arifin) kerja honorer di sini, akan kulapor kalian ke pangadilan dan kumasukkan kalian ke penjara).

Kemudian PJ Walikota memangil pantup untuk masuk ruang kerjanya, dan pantup menarik paksa Zainuddin ke luar ruang hingga baju robek di bagian lengan. Tak hanya itu, pantup sempat bergaya mengeluarkan pistol dari tasnya.

Terkait pengancaman itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Aceh Utara Zainal Bakri mengatakan, PWI siap membuat advokasi kepada wartawan tersebut.

“Kami siap memperjuangkan kebenaran wartawan. Tindakan seperti itu telah mencederai demokrasi Insan pers. Sangat kami sesali tindakan seorang pejabat tersebut. Karena wartawan bekerja untuk rakyat bukan untuk pribadi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Advokasi Aliansi Jurnalistik Indpenden (AJI) Munir Noor atas pihaknya telah merima pengaduan dari wartawan tersebut. Atas kejadian tersebut AJI mengecam tindakan Pejabat Wali Kota Lhokseumawe.

Apapun persoalan yang ditanyakan seoarang wartawan, siapapun dia bisa menggunakan UU Pers nomor 40 tahun 1999 sebagai hak jawabnya.

“Kami tidak bisa tolerir tindakan pejabat negera itu, itu sudah melecehkan harga diri wartawan dengan cara mengancam. Atas tindakan itu, kami akan membuat laporan ke pihak kepolisian berdasarkan.

Apalagi saya dengar, pantup menarik baju wartawan sampai sobek, dan sempat bergaya mengeluarkan pistol,” tutur wartawan senior itu.

Sementara Pejabat Wali Kota Lhokseumawe Arifin Abdullah Uramy saat didatangi ke kantornya sedang tidak berada di kantor. Menurut sejumlah staf dekat ruangnya, Arifin sedang mengikuti rapat. Saat dihubungi melalui nomor selulernya yang biasa dipakai, sedang tidak aktif.