Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pantai Aceh Barat Bebas Sampah

oleh
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pantai Aceh Barat Bebas Sampah

Meulaboh | Diliputnews – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2012, sejumlah prajurit TNI Batalyon 116/ GS, Selasa (5/6) melakukan pembersihan sampah sepanjang pantai Ujung Karang, Meulaboh.

Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi “pinggir pantai bebas sampah” dan memperingati hari lingkungan hidup sedunia.

Komandan Batalyon Letkol Inf. Mahmud Suhorto Amir, mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai ini, merupakan kegiatan sosialisi untuk meningkatkan kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya.

Sebanyak delapan puluh pasukan, dari satu Kompi dikerahkan. Selain melakukan pembersihan pantai, personel TNI ini, juga terlihat melakukan pembersihan di halaman kedai- kedai warga yang berada di sekitar pantai, serta pelabuhan jeti yang dipenuhi sampah.

Melihat kondisi ini, Suharto, mengaku prihatin dengan banyaknya sampah yang berserakan di bibir pantai serta lingkungan warga. “Sampah yang berserakan demikian dapat mencemari lingkungan sekitar. Apalagi sampah yang dibuang ke dalam laut, dapat menggangu ekositem laut, sehingga mengancam biota laut yang ada,” katanya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB pagi, berakhir sekitar pukul 11.00 wib. Rute sepanjang pantai Ujung Karang, Desa Suak Idrapuri, Meulaboh. “Hari ini, dalam memperingati hari lingkungan sedunia, pantai ini telah bersih dari samapah,” urainya.

Selain di Meulaboh, kegiatan bakti TNI ini, diutarakan Suharto, juga di lakukan di Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Nagan Raya. Pembersihan ini juga bertepatan dengan HUT KOREM 012/ TU ke 50.

Ia menghimbau Pemerintah untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana kebersihan seperti bak sampah agar masyarakat tidak membuang sampah pada sembarangan tempat. “kalau fasilitas bak sampah banyak, otomatis lingkungan pantai maupun pemukiman warga bebas sampah, serta masyarakat juga sadar dan peduli dengan kebersihan lingkungan pantai mereka, sampai tidak tercemar dengan sampah,” bilangnya.

Lokasi pinggir pantai Ujung Karang Meulaboh ini, kata Suharto, kerap dijadikan tempat rekreasi, sebab, selain tempat wisata, pantai ini juga salah satu tempat lokasi mata pencaharian warga sekitar dengan berjualan.

Apalagi, tambahnya, hampir 60 persen warga di bagian pesisir berprofesi sebagai nelayan, sehingga, kebersihan laut sangat perlu dijaga, agar biodata laut dapat berkembang biak dengan cepat, tanpa tercemari oleh sampah, perjelas Suharto. **(AF)