Sengketa Lahan, 4 Kepala Desa Datangi DPRK Aceh Barat

oleh
Sengketa Lahan, 4 Kepala Desa Datangi DPRK Aceh Barat

Meulaboh | Diliputnews – Sengketa lahan di PT Karya Tanah Subur (KTS) sejak puluhan tahun yang silam, sejumlah perwakilan dari empat desa mendatangi kantor DPRK Aceh Barat Senin (4/6), untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT Karya Tanah Subur (KTS).

Kedatangan mereka ke DPRK, untuk bertemu dengan anggota Komisi A. Mereka menuntut agar PT.KTS segera mengembalikan lahan milik warga tersebut.

Kepala Desa Cot Lada Unafa kepada Diliputnews.com mengatakan, keempat desa tersebut adalah Desa Cot Lada, Blang Seuletong, Cot Keumuneng dan Desa Liceh, ungkpanya.

“sengketa lahan terjadi sejak tahun 1980, lahan warga yang diserobot oleh PT.KTS lebih Dri 5 ribu hektar, dari izin HGU yang Cuma 5.327 hektar yang ada, kini lahan tersebut jika di jumlah kan mencapai 10 ribu” ungkapnya

Unafa menjelaskan jika penyerobotan tersebut sudah dilakukan oleh KTS sejak dikeluarkannya HGU perusahaan pada tahun 1980 silam.

Saat itu, menurut Unafa, pihaknya sudah menuntut KTS untuk segera mengembalikan tanah tersebut. Namun oleh pihak perusahaan tidak pernah ditanggapi.

Selain ke DPRK, Unafa dan perwakilan yang lain juga sudah memberitahukan masalah ini kepada Pejabat Bupati Aceh Barat, Ridwan Hasan dan ke Koramil setempat.

Setelah terjadinya kasus penembakan itu, kata Unafa warga hanya pasrah dan tidak berani melawan. Namun warga juga tidak mengetahui siapa yang telah menembak salah satu warga tersebut. Sekarang, kata Unafa mereka tidak mempunyai lahan lagi untuk berkebun.

“Kami menuntut lahan kami dikembalikan” pungkasnya.(AF/MC)