Penganiyaan Napi, LBH Surati Menteri Hukum dan Ham

oleh
Penganiyaan Napi, LBH Surati Menteri Hukum dan Ham

Meulaboh | Diliputnews – Terkait dugaan penganiayaan napi. Selain diduga di aniaya, Napi, Hendra Suadi (29) juga mendapat perlakuan yang tidak patut lainnya, oleh karenanya LBH Banda Aceh Pos Meulaboh menyurati Menteri Hukum dan HAM di Jakarta.

Surat yang berisi pengaduan dan permohonan ini di sampaikan karena korban terus menerus di tekan, diancam dan di takut-takuti hingga kini. Sebelumnya ia pernah di minta menandatangani BAP kalau korban merupakan Napi lari disamping pengakuan memar di dimata bukan karena dipukul melainkan karena kejendol pintu. Penambahan nama korban ke dalam daftar Napi lari yang tidak boleh dikunjungi awalnya. Lalu Penerbitan surat keterangan korban melarikan diri oleh Kalapas yang cacat formal.

Selain itu, jika berlanjut proses hukum penganiayaan, korban di ancam dan di takut-takuti akan di pindah keluar Aceh. Terus paksaan agar korban mau berdamai. Hingga saat ini korban juga masih di tempatkan di sel dingin. Kemudian juga kabar terbaru kalau tidak mau berdamai, korban tidak akan mendapatkan Pembebasan bersyarat dan asimilasi. Termasuk juga pengumpulan saksi dari tamping sebelum memberi keterangan di kepolisian.

Kami perlu ingatkan, serangkaian perlakuan yang tidak patut tersebut yang diperbuat oleh oknum petugas Rutan, Lapas merupakan suatu proses yang sesat, tidak lazim dan tidak biasa dilakukan dalam praktek sebagaimana sesuatu kelaziman yang dilakukan oleh sebuah institusi resmi negara lainnya, yakni Rutan Lapas di di Indonesia. Sebab kebiasaan itu sangat bertetangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain kepada Menteri Hukum dan HAM, surat ini juga ikut di tembuskan kepada beberapa institusi negara lainnya, seperti DPR-RI, DPRA, DPRK, Komnas HAM pusat dan Aceh. Termasuk kepada presiden dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).**(AF)