Dua Tersangka Kasus E-Learning Resmi Ditahan

77
Kedua tersangka memasuki mobil tahanan milik Kejari Abdya untuk berangkat menuju LP Kelas III Blangpidie, Jumat (30/11)

BLANGPIDIE,DILIPUTNEWS.COM – Dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan E-Learning (Tik) yang bersumber dari Otsus tahun 2015 dengan besar anggaran Rp 1,22 miliar lebih pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (30/11) resmi ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kajari Abdya), Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Intel Radiman SH menyebutkan, dua tersangka yang ditahan tersebut masing-masing Sjd (45) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap pejabat pembuat komitmen (PPK) dan DD (38) selaku pejabat pengadaan dalam paket tersebut.

Disamping itu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejari Abdya juga menyangkut adanya dugaan mark up dalam proyek e-Learning tersebut. Dimana, paket tersebut dengan tanpa dasar telah dipecah menjadi 11 item yang dikerjakan oleh enam rekanan. Dimana, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh telah mengeluarkan hasil audit kerugian negara dalam proyek tersebut lebih kurang Rp.300 juta.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kembali terhadap 36 saksi dalam kasus tersebut. Upaya tersebut merupakan singkronisasi serta untuk mendapatkan keterangan pendukung lainnya agar semua tersangka yang sengaja bermain dalam kasus yang telah merugikan negara mencapai Rp.300 juta lebih ini terungkap jelas.

“Untuk sementara baru dua tersangka yang ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas III Blangpidie. Namun tidak tertutup kemungkinan, jumlah tersangka ini akan bertambah. Saat ini masih terus diproses, hingga semuanya terungkap. Dalam waktu dekat ini akan kami umumkan pada jumpa Pers dan Kajari yang akan memberikan keterangan secara resmi,” paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum kedua tersangka, Erisman SH membenarkan kalau kliennya ditahan pada LP Kelas III Blangpidie. Saat ini keduanya masih berstatus sebagai tahanan jaksa. Namun pada Senin (3/12) mendatang pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan mengingat salah satu tersangka dalam kondisi tidak sehat.

Sebagaimana diketahui, jaksa telah melakukan pemeriksaan terhadap 36 saksi dalam kasus dugaan korupsi E-Learning tersebut. Surat panggilan sudah dilayangkan sejak Jumat (23/11) lalu kepada para saksi yang terdiri dari instansi pemerintah seperti dinas terkait, kepala sekolah dan rekanan. Dari sejumlah saksi yang diperiksa, tersangkanya bukan hanya satu atau dua, bahkan bisa saja lebih.

Dalam meminta keterangan saksi-saksi itu, Jaksa juga telah memanggil beberapa pejabat tinggi termasuk wakil rakyat di Kabupaten Abdya untuk dimintai keterangan menyangkut E-Laeraning dimaksud. Bahkan mereka sudah memenuhi panggilan itu sejak Rabu (28/11) lalu. (Putra)