Kapolres dan Kadiskop UKM Perindag Abdya Pantau Kondisi Harga

16
Kapolres Abdya AKBP M Bashori, SIK didampingi Kadiskop UKM Perindag Abdya, Jamaluddin saat mengecek kondisi harga barang di Pasar Blangpidie, Kamis (22/11).

BLANGPIDIE,DILIPUTNEWS.COM – Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP M Bashori, SIK didampingi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskop UKM Perindag) setempat, Kamis (22/11) melakukan pemantauan kondisi harga barang kebutuhan pokok di Pasar Blangpidie.

Kapolres AKBP M Basori, SIK mengatakan, pemantauan harga barang tersebut guna mengantisipasi lonjakan harga serta adanya aksi mafia pangan yang dengan sengaja mengotak-atik harga dan membuat kondisi harga tidak stabil.

“Kegiatan ini untuk mengantisipasi lonjakan harga. Kemudian jangan sampai kondisi harga yang sebenarnya stabil dapat dimanfaatkan oleh mafia pangan dengan membuat harga menjadi tidak menentu,” jelasnya.

Hasil pemantauan yang dilakukan jajaran Polres Abdya bersama dengan Diskop UKM Perindag diketahui kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok rata-rata stabil. Hanya saja ada beberapa jenis barang yang kerap mengalami kenaikan harga seperti telur dan cabai merah. Hal tersebut dikarenakan dua jenis barang tersebut umumnya didatangkan dari luar daerah, sehingga perubahan harga bisa terjadi kapan saja, tergantung persediaan barang.

Kadiskop UKM Perindag Abdya, Jamaluddin menyebutkan, pemantauan harga barang di pasar merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Bahkan, pihaknya terus melakukan pengecekan harga ke setiap pedagang secara berkala. Hal itu, dilakukan untuk mengetahui secara pasti jika terjadi perubahan harga dan mencari secara teleti penyebab dari kenaikan harga tersebut.

Umumnya harga barang masih tetap stabil. Kalaupun ada perubahan harga, tapi masih dalam abang batas kewajaran. Apalagi saat ini Abdya dan Aceh pada umunya sedang memperingati maulid nabi. Tentu permintaan akan barang pokok juga meningkat.

“Kalau perubahan harga memang kerap terjadi setiap kali menyambut hari besar keagamaan, seperti maulid nabi, puasa Ramadan hingga berakhirnya lebaran. Dimana pada saat itu, permintaan akan kebutuhan barang semakin meningkat melebihi dari hari-hari biasa, selain itu juga disebabkan karena persediaan barang yang semakin menipis. Namun, berdasarkan pantauan pihanyaknya, sementara ini kondisi harga barang masih stabil. Meskipun nantinya akan terjadi kenaikan, namun tidak sampai secara draktis,” tuturnya.

Tidak usah diherankan lagi, perubahan harga ini selalu ada dan terjadi dihampir seluruh wilayah Aceh bahkan seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi lonjakan harga di pasar, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan operasi pasar dibeberapa titik. Seperti di Kecamatan Blangpidie, Manggeng, Jeumpa dan Kuala Batee.

“Dalam waktu dekat akan ada operasi pasar dengan harga subsidi, sehingga dapat meringankan beban masyarakat dan harga di pasar tetap stabil meski permintaan barang meningkat,” pungkasnya. (Putra)