97.681 Jiwa Masuk Dalam DPT Pemilu Abdya

21
97.681 Jiwa Masuk Dalam DPT Pemilu Abdya / Ilustrasi

BLANGPIDIE,DILIPUTNWES.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Selasa (13/11) secara resmi menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan-2 untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang tingkat DPRK, DPRA dan DPD serta Pilpres sebanyak 97.681 jiwa.

Penetapan jumlah DPT tersebut diputuskan dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua KIP Abdya, Sanusi, dihadiri 4 ketua devisi KIP, unsur forum komunikasi pimpinan daerah, Panwaslih, disaksikan perwakilan peserta pemilu 2019 masing-masing partai, Kepala serta Sekretaris Disdukcapil Abdya.

Ketua KIP Abdya, Sanusi mengatakan, 97.681 jiwa yang masuk dalam DPT tersebut terdiri dari sembilan kecamatan dan 152 desa dalam kabupaten setempat. Untuk Kecamatan Babahrot sebanyak 13.095 jiwa, Kuala Batee 13.903 jiwa, Jeumpa 7.484 jiwa, Susoh 15.841 jiwa, Blangpidie 14.656 jiwa, Setia 5.771 jiwa, Tangan-Tangan 9.222 jiwa, Manggeng 10.127 jiwa dan Lembah Sabil 7.534 jiwa. Rincian tersebut DPT tersebut telah termasuk pemilih pemula dan penyandang disabilitas.

Pemilu serentak yang dilaksanakan pada 2019 mendatang, disyaratkan oleh KPU untuk melakukan penetapan DPT harus menggunakan aplikasi Sistem Data Informasi Pemilih (Sidalih) yang didukung dengan proses lain seperti pendataan langsung ke masyarakat, gerakan melindungi hak pilih (GMHP) serta upaya singkronisasi data dengan data pendukung lainnya.

Menurutnya, penetapan DPT ini telah sesuai dengan instruksi KPU RI yang dilakukan dengan aplikasi Sidalih, bukan manual. Upaya ini juga sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas dan bisa dikontrol tidak hanya oleh KPU namun oleh partai politik dan pihak-pihak yang berkepentingan lainya.

Jumlah DPT itu juga telah dikurangi dengan jumlah angka pemilih yang statusnya belum memiliki KTP elektronik yakni sebanyak 3.874 jiwa yang didalam juga terdapat data ganda, anomali dan lainnya.

“ 3.874 pemilih yang belum jelas datanya dikeluarkan. Ini komitmen bersama untuk menghadirkan Pemilu yang bersih. Kalau ada data pemilih yang tidak ada orangnya, berarti ini surat suaranya bodong dan ini rawan terjadi manipulasi suara,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Paswaslih Abdya, Ilman Syahputra mengatakan, penetapan DPT tidak mungkin harus ditunda hingga berlarut-larut. Sebab persoalan KTP elektronik tidak akan habis, ditambah lagi partisipasi masyarakat yang belum optimal.

Menurutnya, upaya yang dilakukan penyelenggara hingga melahirkan data DPT tersebut sudah optimal dan telah dijalankan sesuai dengan prosedur. Prosesnya sudah dilakukan mulai dri GMHP hingga turun ke sekolah. Kondisi ini tentu menjadi bahan pertimbangan bersama, meskipun partipasi pemilih tidak mencapai 100 persen.

“Ini merupakan komitmen bersama dan kami yakin penetapan ini telah maksimal. Kalau berbicara mengenai KTP tidak akan usai, sebab sangat banyak kendala yang dihadapi Disdukcapil dalam menyelesaikannya,” pungkasnya.(Putra)