Ratusan Kendaraan di Abdya Terjaring Ops Zebra Rencong

23
KBO Sat Lantas Polres Abdya, Ipda Usman T memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dalam razia operasi zebra rencong di Jalan Sentral Blangpidie, Kamis (8/11).

BLANGPIDIE, DILIPUTNEWS.COM – Memasuki hari ke-9 pelaksanaan razia Operasi (Ops) Zebra Rencong 2018 yang digelar Sat Lantas Polres Aceh Barat Daya (Abdya), sudah ratusan kendaraan roda dua dan empat termasuk kendaraan berbadan besar yang terjaring razia.

Kapolres Abdya, AKBP M Basori SIK melalui Kasat Lantas, Iptu Adek Taufik SIK, Kamis (8/11) mengatakan, ratusan kendaraan yang terjaring razia dimaksud umumnya para pengendara tidak mampu menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraan, tidak memakai sabuk pengaman, tidak menggunakan helm serta atribut keselematan lain selama berkendara di jalan raya. Setiap pengendara yang terjaring razia, langsung diberikan pemahaman terkait pentingnya menataati aturan berlalulintas di jalan raya.

Hingga saat ini baru tercata sebanyak 266 kasus pelanggaran yang berhasil ditertibkan. Khusus untuk pengendara yang tidak memiliki STNK, akan ditilang selanjutnya kendaraan diamankan ke Pos Gardu Lantas. Bagi pemilik yang akan mengambil kendaraannya, diminta untuk membawa surat tilang dan bukti setoran membayar denda ke bank sekaligus memperlihatkan STNK aslinya.

Ditambahkan, upaya membayar denda ke bank itu untuk mempermudah pemilik kendaraan jika tidak bisa hadir dalam sidang. Hal itu sebagaimana diatur dalam pasal 267ayat tiga (3), pelanggar sebagaimana dimaksud pada ayat dua (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah. Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3), sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran lalulintas dan angkutan jalan.

Dia menegaskan bahwa kegiatan razia kelengkapan surat-surat kendaraan yang dilaksanakan Sat Lantas setempat bukanlah untuk mempersulit dan menyusahkan masyarakat. Sebaliknya kegiatan itu merupakan sebuah upaya dalam meminimalisir segala bentuk pelanggaran di jalan raya.

Pihaknya tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk menjalankan tertib berlalulintas yang salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kendaraan berupa kelengkapan kendaraan maupun kelengkapan pengendara sebelum berpergian.

Menurutnya, penegakan aturan harus dimulai dari diri sendiri, sehingga masyarakat juga perlu menyadari untuk memulai mentaati aturan yang ada. Selain itu, razia ini juga dimaksudkan untuk menekan angka kriminalitas dalam pencurian sepeda motor yang sekarang ini marak terjadi di wilayah hukum Abdya.

Hingga saat ini, banyak pelanggaran yang harus ditertibkan, sebab tidak sedikit pengendara dengan sengaja dan sadar kerap melakukan pelanggaran dalam berlalulintas. Untuk menekan angka kriminalitas dan pelanggaran lalulintas tersebut pihak polisi tidak henti-hentinya melakukan razia di sejumlah titik-titik rawan yang dianggap rawan terjadi pelanggaran.

Pihaknya juga mengharapkan kepada masyarakat agar bisa ikut berperan serta untuk menekan angka kriminalitas dengan cara selalu berhati-hati dalam berpergian, dan selalu menambah kunci pengaman terhadap kendaraannya, serta segera laporkan apabila melihat suatu tindak kriminal di wilayah hukum Polres Abdya.

“Pelanggar yang merupakan pengendara bisa meminta untuk melakukan pembayaran melalui bank dan izin untuk tidak mengikuti proses pengadilan,” terangnya.

Amatan di lapangan, operasi zebra melibatkan personel Subdenpom Blangpidie dan Petugas Dinas Perhubungan setempat. Dalam operasi ke-9 yang berlangsung di Jalan Sentral Blangpidie, tidak sedikit pengguna kendaraan baik roda dua, mobil hingga kendaraan berbadan besar yang terjaring razia. Dengan sigap para personel langsung mengarahkan pengendara untuk menepi serta meminta memperlihatkan kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Operasi zebra ini akan berlangsung hingga 12 November mendatang. Dengan target 400 kasus pelanggaran. Kemudian, untuk pelaksanaannya tidak bertumpu di satu titik saja, namun juga dilakukan disejumlah lokasi lain,” paparnya. (Putra)