Belum Setahun, Kejari Abdya Tangani 92 Kasus

81
Belum Setahun, Kejari Abdya Tangani 92 Kasus / FOTO Ilustrasi

BLANGPIDIE,DILIPUTNEWS.COM– Hingga bulan Oktober 2018, Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) telah menangani 92 kasus di kabupaten setempat. Pencapaian tersebut jauh dari angka penanganan kasus di tahun sebelumnya yang berkisar antara 30-40 kasus.

Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH, Senin (29/10) mengatakan, angka pencapaian penanganan kasus tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun 2018 ini. Dari sekian banyak kasus yang ditangani saat ini, jumlah kasus yang paling banyak dan sudah masuk tahap surat pemberitahuan dimulai penyidikan (SPDP) adalah narkotika sebanyak 44 kasus.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya kuat Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Abdya dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.

Kasus pelanggaran qanun sebanyak 13 SPDP, pencurian 8 kasus, penganiayaan 7 kasus, Lakalantas 6 kasus, kekerasan terhadap anak dibawah umur 3 kasus. Selanjutnya, penadahan, pencemaran nama baik lewat media sosial dan tepiring 2 kasus. Sedangkan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ilegal loging, lingkungan hidup, migas, persetubuhan anak dibawah umur dan asusila masing-masing satu kasus.

Paling menarik, dalam keseluruhan kasus tersebut terdapat dua kasus yang sempat menjadi topik hangat di masyarakat hingga ke tingkat nasional, yakni kasus pembunuhan tiga warga Abdya. Dimana Edy Syahputra sebagai pelaku divonis hukuman mati oleh pengadilan. Kasus Sodomi yang korbannya merupakan anak-anak dibawah umur. Pelakunya Merah Ahmad yang bekerja sebagai Sekdes mendapatkan hukuman 14 tahun kurungan.

Menurutnya, semua itu tidak terlepas dari usaha dan upaya bersama dalam menuntaskan persoalan pelanggaran hukum di Abdya. Disamping puluhan kasus pidana umum itu, pihaknya juga sedang melakukan penyidikan terhadap sejumlah kasus korupsi di Abdya. Salah satunya pengadaan sarana sekolah (e-Learning) yang masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

“Tersangkanya akan kami umumkan jika hasil audit oleh BPKP Aceh telah ada. Pastinya penanganan kasus di Abdya tidak tebang pilih, karenanya kami harapkan dukungan dari semua kalangan termasuk masyarakat,” imbuhnya. (Putra/Red)