Bocah Meninggal Usai Disuntik, LBH Minta RSUD CND Bertanggung Jawab

80
Suasana Aktivitas Apotik Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien Meulaboh

MEULLABOH,DILIPUTNEWS.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Pos Meulaboh meminta Pihak Rumah Sakit untuk bertanggung jawab atas meninggalnya pasien Alfareza (11) pasca disuntik oleh perawat.

Menurut Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Angreni, S.H. meninggalnya pasien tersebut diduga atas kelalaian yang dilakukan oleh petugas medis yang bertugas pada saat itu, apalagi petugas medis yang menyuntik saat itu belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebagaimana yang terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Aceh Barat.

“Seharusnya petugas medis yang melakukan praktek medis wajib memiliki STR sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan,” Fela Angreni, S.H, Sabtu (27/10/2018)

Fela Angreni menjelaskan, Tenaga medis yang melakukan praktek di Rumah Sakit juga wajib memiliki izin yang disebutkan dalam Pasal 13 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit menyebutkan Tenaga kesehatan tertentu yang bekerja di Rumah Sakit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Apabila syarat itu tidak terpenuhi maka berpotensi izin dicabut yang disebutkan dalam Pasal 17 Undang-undang Rumah Sakit,” jelasnya.

Pihak Rumah Sakit Umumm CND harus bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit terhadap pasien yang meninggal pasca disuntik yang ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Rumah Sakit.

Dalam Pasal 58 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan disebutkan bahwa keluarga pasien juga memiliki hak menuntut ganti rugi terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang menimpanya.

LBH Banda Aceh Pos Meulaboh mendorong pemangku otoritas untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh dan berkesinambungan dalam penyelesaian perkara ini dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
“Sehingga tidak ada lagi catatan duka yang muncul dalam aspek pelayanan hak atas kesehatan di masa yang akan datang,” katanya menambahkan.

Selain itu, LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, Kata Fela, juga mendukung kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara ini, sehingga dapat diketahui secara jelas terkait adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa ini dan melakukan proses hukum terhadap pihak yang patut dibebankan tanggung jawab pidana.

“LBH Banda Aceh Pos Meulaboh akan terus melakukan proses pengawalan terhadap perkara ini hingga tuntas,” tutupnya.