Polres Aceh Barat menyegel bangunan yang dijadikan tempat penyimpanan limbah di tiga Rumah Sakit di Kabupaten Aceh Barat, Kamis 9 Agustus 2018. Penyegelan dilakukan karena tempat penyimpanan limbah di rumah sakit tersebut tidak sesuai standar penyimpanan limbah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Penyegelan dilakukan kepolisian dengan memasang garis polisi (police line) di lokasi bangunan yang dijadikan tempat penyimpanan. Ketiga tempat penyimpanan limbah yang disegel tersebut masing-masing di penyimpanan Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Rumah Sakit Montella dan Rumah Sakit swasta Harapan Sehat.

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Inspektur Polisi Satu Muhammad Isral SIK mengatakan penyegelan ketiga bangunan penyimpanan limbah rumah sakit tersebut dilakukan sejak Jumat (3/8).

“Kami segel setelah dilakukan penyidikan atas bangunan pengelolaan limbah rumah sakit,” kata Isral, Kamis (9/8).

Isral menjelaskan penyegelan dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat lantaran bangunan penyimpanan limbah rumah sakit tersebut berada di lingkungan penduduk, apalagi limbah rumah sakit sangat berbahaya.

Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait bangunan pengelolaan limbah tersebut untuk memastikan apakah ada tindak pidana dalam pengelolaan limbah yang berasal dari obat-obatan dan peralatan medis.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Harapan Sehat, Toni Ronaldi mengaku tidak mengetahui terkait keamanan terhadap masyarakat atas keberadaan bangunan pengelolaan limbah.

Dia juga menjelaskan bangunan tersebut selama ini hanya sebagai tempat penyimpanan sementara, sebelum rekanan rumah sakit tersebut mengambil limbah padat untuk dimusnahkan di tempat lain.

“Kalau untuk limbah cairnya kami sudah layak dan sudah ada Instalasi Pengelola Limbah (Ipal), bahkan izinnya juga sudah ada. Cuma untuk limbah padat untuk bangunan penyimpanannya belum ada izin,” ungkap Toni.