Jadi Tersangka, Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Tak Ditahan Polisi

336
Aktivitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh / Foto Ilustrasi

MEULABOH, DILIPUTNEWS.COM – Meski sudah ditetapkan Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dr. Furqansyah menjadi tersangka, namun pihak kepolisian Polres Aceh Barat hingga kini belum bisa menahan tersangka, pasalnya hukuman terhadap tersangka dibawah 5 tahun penjara.

“Tersangka tidak kita tahan kerena sesuai KUHAP ancaman hukumannya dibawah lima tahun, kita tidak punya alasan yang kuat untuk menahan keduanya,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, Ipda P Panggabean, kepada DIliputNews.com.

Baca :Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Ditetapkan Jadi Tersangka

Meski tidak ditahan, Kata P Panggabean, tersangka tidak mungkin diri melarikan atau menghilangkan alat bukti sebab mereka koperatif, dan mereka juga dibawah pengawasan pihak Kepolisian.

“Tak mungkin melarikan diri sebab ini kan pejabat negara , mereka dibawah pengawalan kita meski tak di tahan,” ungkap Panggabean.

Selain Dr Furqansyah, penyidik kepolisian juga tidak menahan pemilik Rumah Sakit Swasta Montela, Syarifah Meri Mirna yang turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Penyidik kata Pangabean meyakini kedua tersangka tidak memiliki celah untuk melarikan diri atau menghilangkan alat bukti lantaran mereka dibawah pengawasan pihak Kepolisian. Apalagi keduannya merupakan pejabat negara.

“Mereka ditatapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup atas kasus dugaan pencemaran limbah, baik bukti lapangan serta pemeriksaan para saksi,” kata Panggabean.

Baca : Limbah Bermasalah, Polisi Akan Panggil Tiga Direktur Rumah Sakit

Menurut Pangabean selain Furqansyah dan dan Syarifah Meri Murni, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, Dr Teuku Rahmat Iriansyah.

“Pemeriksaan untuk direktur Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, akan kita lakukan kembali setelah beliau pulang dari Makasar,” katanya.(red)