Brantas Narkoba, 243 Siswa di Aceh Barat Jalani Tes Urine

54
243 Siswa terdiri dari SMA, SMK dan MA di Kabupaten Aceh Barat menjalani tes urin

MEULABOH, DILIPUTNEWS.COM – Sebanyak 243 Siswa terdiri dari SMA, SMK dan MA di Kabupaten Aceh Barat menjalani tes urin, yang berlangsung di Sekolah Menengah Atas (SMAN) 1 Samatiga, Rabu (03/09/2018).

Pemeriksaan tersebut dilakukan, guna untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa di sekolah terkait narkoba.

Pengecekan urin, khusus bagi kalangan siswa se-Aceh Barat ini merupakan rangkaian sosialisasi penyuluhan dan tes urin bagi siswa se-Aceh Barat sebagai tindakan antisipasi serta mengetahui sejauh mana keterlibatan pelajar di sekolah itu dengan narkoba.

Sampel kemudian akan dibawa ke laboratorium Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh untuk dilakukan pemeriksaan terhadap urin 243 siswa/siswi Aceh Barat, untuk melihat apakah mereka positif terhindar dari barang haram tersebut atau sebaliknya.

Guru SMAN 1 Samatiga, Adi Mardian mengatakan, pihak sekolah sangat mendukung atas program Dinas Pendidikan Aceh Barat yang bekerjasama dengan BNNP Aceh menyangkut tes urin yang dipusatkan di halaman SMAN 1 Samatiga itu.

Menurunya, tes urin ini perlu dilakukan kepada pelajar mengingat seiring berkembangnya jaman kelakuan serta perbuatan siswa mulai mengikuti tren masa kini. Apalagi, selama ini sering terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti mengkonsumsi barang haram narkoba di tingkat pelajar.

“Kami sangat mendukung kegiatan tes urin ini. Ini adalah bentuk antisipasi agar siswa tidak terlibat dalam dunia narkoba. Jika dari hasil tes urin ada yang terlibat, maka mereka akan diberikan pembinaan oleh pihak terkait,”katanya.

Peserta yang menjalani tes urin ini seharusnya diikuti sebanyak 294 siswa se-Aceh Barat, namun kata Adi Mardian jumlah hadirnya hanya sebanyak 243 pelajar dari 12 sekolah sederajat SMA. Kekurangan tersebut, dimungkinkan setiap sekolah mengurangi kuota siswa sehingga tidak tercapai angka yang sudah ditetapkan oleh pelaksana kegiatan itu.

“Dari sekolah kami ada 18 siswa, karena terjadi kekurangan kuotanya maka kita menambahkan lagi pelajar untuk dites urin,”katanya.

Ia mengaku Jika hasil nantinya ada siswa terkena narkoba,meraka akan diberikan pembinaan atau di rehap baik pihak dari terkait mau pun dari sekolah sendiri.(red)