Kodim 0105 Aceh Barat Tingkatkan Sistem Ketahanan Pangan

96
Kodim 0105 Aceh Barat bersama unsur Pemkab Aceh Barat melakukan panen perdana di lahan percobaan 1L 2H.

MEULABOH, DILIUTNEWS.COM – Guna meningkatkan sistem ketahanan pangan dan hasil produksi petani, Kodim 0105 Aceh Barat kembangkan metode 1 Lahan 2 Hasil (1L 2H), dari metode tersebut dinilai mendapatkan hasil yang lebih baik.

Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Nurul Diyanto, mengatakan,proses pertanian di Aceh Barat saat ini sangat merugikan petani sendiri, selain penggunaan pupuk yang banyak, juga lahan yang bisa dimanfaatkan terkadang terbuang sia-sia.

“Apalagi kita disini banyak lahan sawah tada hujan, minimnya sumber air, kena hama keong, walang sangit dan wereng,” katanya.

Dijelaskannya,lahan garap petani di Aceh Barat rata-rata mencapai 1 hektare, saat menghadapi musim gadu (Kemarau) mengalami kendala sumber air. Berdasarkan data yang didapati pihaknya, pengunaan pupuk oleh para petani pun sangat berfariasi dari 100 sampai 350 Kg. Sementara normalnya dibutuhkan 857 Kg.

“Kendala lainnya sulit bagi para petani mengairi ke sawah menyebabkan hama semakit meningkat di sawah milik warga,” sebutnya.

Melalui metode 1L 2H ini kata Dandim sangat memungkinkan petani Aceh Barat dapat terus melakukan tanam padi sepanjang tahun. Menurutnya tidak lagi nantinya sawah yang ganggur saat musim gadu.

Metode 1L 2H dimaksudkan untuk menuai hasil lain lebih, dalam satu hectare petani hanya mampu menghasilkan gabah maksimal 3 ton saja. Dengan cara baru tersebut akan menghasilkan 2 kali lipat dari panen biasanya.

“Kita sudah diskusikan dengan pihak pemerintah agar dapat merealisasi saran dan hasil penelitian kita, sehingga lebih menjamin proses ketahan pangan di Aceh Barat,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap lahan seluas satu hektar akan dibelah menjadi 3 bagian, Sawah, Kolam Ikan, ternak dan penanaman rumput odot jenis lainnya. Air akan terus mengairi sawah dari kolam tersebut. Dimanapun sawah itu terletak, maka tidak akan kekurangan air meskipun musim gadu.

Kemudian dengan ternak yang ada, dapat membuat pupuk alami, sehingga para petani akan lebih sedikit menggunakan pupuk kimia, umpan yang diberikan ialah rumput odot. Seihngga petani tak perlu lagi mencari rumput untuk memberi makan ternak.

“Rumput odot tidak membutuhkan air terus menerus, setahun dapat 3 kali panen petani, karena sawah tidak nganggur, selain itu melalui kolam juga dapat memanen ikan,” sebut Nurul.

Nurul menuturkan, akan melakukan pengadaan lahan percotohan di setiap kecamatan, sehingga para petani di Aceh Barat dapat meniru bagaimana proses yang ditemukan pihaknya.

Selain itu, Kodim 0105 Aceh Barat bersama unsur Pemkab Aceh Barat melakukan panen perdana di lahan percobaan 1L 2H milik kodim setempat, di Desa Paya Peunaga, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat.(red)