Bupati Aceh Barat Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah

158
Bupati Ramli MS Sedang Apacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke - 44, di Meulaboh

MEULABOH, DILIPUTNEWS.COM – Bupati Aceh Barat H Ramli MS mengajak seluruh masyarakatnya bijak dalam mengelola sampah plastik rumah tangga sehingga tidak menambah beban produksi sampah di Indonesia yang terus memuncak.

“Harus kita akui kesadaran masyarakat tentang penggunaan plastik masih rendah. Seperti saat berbelanja masih banyak yang malas membawa tas dari rumah,” katanya saat upacara peringatan hari lingkungan hidup sedunia ke – 44, di Meulaboh, Provinsi Aceh, Senin.

Ia mengatakan untuk mengatasi persoalan sampah kemasan plastik diperlukan kebijakan dan strategis yang tepat seperti sinergi antara perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial dengan pembangunan berkelanjutan.

Hari lingkungan hidup sedunia ke-44 2018 yang seyogyanya diperingati setiap 5 Juni itu, menjadi momentum bagi semua pihak untuk bertekad menjaga lingkungan dengan meletakkan sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Seluruh komponen masyarakat berkewajiban dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup guna membangun keseimbangan hidup antara manusia dengan alam dan lingkungan di Aceh Barat ini,” imbuhnya.

Persoalan itu perlu ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang cepat, tepat dan ramah lingkungan, hal ini, kata Ramli MS sangat penting, mengingat sampah plastik merupakan benda yang tidak dapat terurai dalam waktu yang sangat lama.

Lebih lanjut disampaikan, tema hari lingkungan hidup sedunia 2018 adalah “Kendalikan Sampah Plastik”, merupakan perwujudan komitmen bersama, tema ini mengandung arti motivasi kerja sekuat tenaga untuk mengatasi permasalahan sampah secara global.

Ramli dibutuhkan pengelolaan yang bijak dan melakukan pengelolaan berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang, serta yang penting adalah upaya bersama kolaborasi semua pihak, pemerintah/ pemda, masyarakat dan dunia usaha.

“Kita pahami bersama Indonesia sedang dihadapkan pada permasalahan dampak dari peningkatan aktivitas dan kebutuhan manusia, yaitu berupa penumpukan sampah plastik yang membutuhkan penanganan lebih cepat,” pungkasnya.(Red/ANT)