Narkoba di Pendopo, Bupati Aceh Barat Akan Lapor Ke Presiden

441
Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS, (Dok. DiliputNews.com)

MEULABOH, DILIPUTNEWS.COM – Bupati Aceh Barat H.Ramli MS, akan melaporkan kasus penangkapan pengedar ganja di pendopo Bupati beberapa hari lalu, kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pelaporan ke presiden tersebut, menurut Bupati Aceh Barat, karena penangkapan pengedar ganja itu dinilai sangat janggal serta tidak masuk akal.

“Saya akan sampaikan ke Bapak Presiden Jokowi terkait persoalan ini, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah di Aceh Barat tak dirugikan. Sekaligus meminta perlindungan hukum kepada presiden, kata H.Ramli MS, Sabtu (15/9/2018).

Selain melapor ke presiden, H.Ramli MS juga akan melaporkan persoalan tersebut kepada Mendagri, Tjahjo Kumolo, dan Menkopolkam Wiranto terkait persoalan tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV Pendopo, Bupati menjelaskan, di sana terbukti bahwa pelaku pengedar ganja yang ditangkap polisi tersebut terkesan ada unsur kesengajaan.

Pelaku yang datang seorang diri sambil membawa ganja, masuk ke dalam pendopo, untuk meletakkan bungkusan ganja di atas plafon lantai dua dan di bagian halaman kompleks pendopo bupati.

“Yang heran saya, dua menit setelah pelaku meletakkan ganja di dalam pendopo, baru ditangkap polisi. Penangkapannya di luar pendopo, lalu pelaku digiring ke dalam bangunan pendopo,” ungkapnya.

Bupati meminta kepada pihak kepolisian di Aceh Barat untuk mengusut tuntas kasus dugaan sabotase tersebut, dan menjelaskan kepada publik secara terang, mengapa hal ini bisa terjadi.

Dia mengaku, dampak dari kejadian ini sangat melukai hati dan perasaan masyarakat di Aceh Barat. Karena kata Ramli, pendopo bupati yang merupakan ”rumah’ bagi seluruh masyarakat, sudah dikotori dengan pelaku yang diduga sengaja meletakkan ganja ke dalam pendopo.

Apalagi pada saat ganja itu diletakkan pelaku, kondisi pendopo memang dalam keadaan kosong dan tak ada aktivitas. Pendopo sedang dilakukan rehab berat oleh kontraktor.

Ramli sendiri mengaku sudah tidak menempati pendopo sejak hampir dua bulan. Sementara seluruh aktivitas di luar dinas, dia lakukan di kediaman pribadi, sambil menunggu rehab tuntas dilakukan.

Bupati juga meminta kepada Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, untuk segera membentuk tim khusus yang akan diturunkan ke Aceh Barat, guna memastikan apakah ada dugaan sabotase kasus ganja di pendopo tersebut.

“Ini untuk memastikan murni tindak kriminal atau ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu,sehingga nantinya diharapkan menjadi jelas duduk persoalannya,” imbuhnya.

Di samping itu, Bupati Aceh Barat, sangat mengapresiasi tindakan Polri di Aceh Barat yang selama ini sangat gencar memerangi peredaran narkoba di masyarakat, sehingga banyak pelaku yang sudah berhasil ditangkap.

“Saya sangat mengapresiasi langkah polisi di Aceh Barat yang giat memberantas narkoba. Saya berharap kasus ganja di pendopo dapat diungkap secara jelas dan terang,” tegasnya.(red)