Dua Ton Bawang Hibah di Aceh Barat Tak Layak Konsumsi

221
Kondisi Bawang Yang Rusak Setelah di Hibahkan Oleh Direktoral Jendral Bea dan Cukai Provinsi Aceh

DILIPUTNEWS.COM | MEULABOH – Sebanyak 2 Ton Lebih bawang yang di hibahkkan oleh Kantor wilayah Direktoral Jendral Bea dan Cukai Provinsi Aceh, kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Tak layak di Konsumsi.

“Dari total keseluruhan bawang yang dihibahkan dari provinsi, usai disortir oleh petugas sebanyak 250 karung atau setara dengan 2 ton 250 Kilogram telah busuk dan berari sehingga tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat,” Kata kepala Dinas Sosial Aceh Barat, Syarifah Junaida, Kamis (30/08/2018).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mendapat hibah sebanyak 9 ton bawang merah exs impor dari kantor wilayah Direktoral Jendral Bea dan Cukai Provinsi Aceh. Dari total bawang yang diterima sebanyak 2 ton 250 Kilogram di nyatakan rusak.

Bawang merah tersebut merupakan barang milik negara hasil penindakan penyeludupan di Kabupaten Aceh Timur oleh Direktoral Jenderal Bea dan Cukai Provinsi Aceh.

Syarifah menguraikan ada 1000 karung yang dihibahkan oleh provinsi, masing-masing karung berisikan 9 kilogram bawang merah, total keseluruhan yang diterima oleh Pemkab Aceh Barat melalui Dinas Sosial yakni 9 ton yang layak dikonsumsi hanya 6 ton 750 Kilogram, selebihnya telah busuk dan akan dimusnahkan.

Menurutnya, bawang merah tersebut rencananya akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu meliputi, Fakir dan Miskin, Dhuafa, Panti Asuhan dan Pesantren yang ada di Kabupaten Aceh Barat.

“Bawang hibah tersebut akan kita bagi rata ke semua desa di Aceh Barat, kemudian ke Panti Asuhan dan pesantren, pastinya bawang itu hanya diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu,” katanya.

Untuk teknis pembagian, Lanjut Syarifah, akan dilakukan penjadwalan kembali. Namun mengatisipasi pembusukan bawang lebih banyak, maka penyaluran barang hibah itu akan dilakukan secepatnya.