Bisa Tidaknya ASN di Nagan jadi Bacaleg, Ada Ditangan Bupati

94
Logo Pemilu 2019.. Sumber: google

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Harapan seorang aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) pada Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Nagan Raya, sepertinya belum bisa diwujudkan untuk bisa mendapatkan hak politik pada pesta demokrasi lima tahunan di kabupaten ini.

Pasalnya, hingga kini, Bupati Nagan Raya masih mempertimbangkan apakah seorang ASN yang sudah mengajukan diri sebagai peserta pemilu di wilayah ini, masih belum pasti.

“Semua keputusan diterima tidaknya surat permohonan untuk mundur dari ASN di Nagan Raya, semuanya ada ditangan bupati sebagai pembina pegawai negeri sipil (PNS),” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Teuku Raja Johari SE kepada Diliputnews.com, Rabu (25/7/2018) siang.

Hal ini ia tegaskan terkait pemberitaan yang berjudul “Belum Diteken Bupati, Puluhan ASN di Nagan Raya Gagal Nyaleg” edisi Selasa (24/7/2018) lalu.

TR Johari menegaskan keputusan bisa tidaknya seorang apartur negara (ASN) untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (Bacaleg), harus mendapatkan surat persetujuan dari pimpinan daerah.

Pasalnya, sebelum mengeluarkan surat persetujuan pensiun dini, Bupati Nagan Raya berhak untuk memastikan apakah seorang ASN tersebut tenaga dan pemikirannya masih dibutuhkan atau pun tidak.

Kalau seandainya (tenaganya) masih dibutuhkan, pasti usulan ini tidak akan disetujui.

Akan tetapi, apabila disetujui maka langsung diteken bupati, jelasnya.

Sekda mengaku semua usulan dari ASN yang mengajukan pensiun dini dari PNS Pemkab Nagan Raya, berkasnya sudah berada diatas meja bupati.

Namun karena pimpinan daerah masih berdinas di luar kota, maka usulan tersebut kini belum bisa diputuskan untuk disetujui atau pun sebaliknya, pungkas TR Johari. (*)