Tinggi Gelombang Laut di Perairan Aceh Capai Enam Meter, BMKG: Ini Berbahaya

83

Sementara tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan Barat Utara dan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian Selatan, Perairan selatan P. Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan-Pulau Rote,”tambah Dwikorita.

Ia menjelaskan, gelombang tinggi di perairan Selatan Indonesia dipicu oleh kecepatan angin yang tinggi disekitar wilayah kejadian Mascarene High di Samudera Hindia (Barat Australia), dan terjadinya swell akibat dari kejadian mascarene high yang menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatera, dan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba.

Mascarene High itu sendiri merupakan kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudera Hindia (barat Australia) yang memicu terjadinya gelombang tinggi di Perairan Selatan Indonesia.

Dwikorita mengimbau bagi masyarakat yang sedang menikmati keindahan pantai akan bahaya “Rip Current”, yakni arus kuat air yang bergerak menjauh dari pantai sehingga dapat menyapu perenang terkuat sekalipun.

Rip/ Back Current karena adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan tinggi hingga lebih 2 m/detik, tergantung kondisi gelombang, pasang surut dan bentuk pantai.

“BMKG pun berupaya memberikan peringatan bahaya “Rip Current’kepada masyarakat melalui media sosial,”imbuh Dwikorita.

Disela-sela penjelasan, Dwikorita menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kenaikan tinggi gelombang, menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda, masyarakat dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal-kapal kecil agar tidak memaksakan diri melaut. (*)