Warga Temukan Ikan Mas Seberat 18 Kilogram di DAS Krueng Tadu Nagan

120
Warga Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Kamis (19/7/2018) berhasil memanen ikan mas dalam jumlah dan berukuran besar di sekitar DAS Krueng Tadu atau tak jauh dari perusahaan kelapa sawit PT Beurata Subur Persada (BSP) di kawasan Gampong Babah Dua, Tadu Raya.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Warga Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Kamis (19/7/2018) berhasil memanen ikan mas dalam jumlah dan berukuran besar di sekitar DAS Krueng Tadu atau tak jauh dari perusahaan kelapa sawit PT Beurata Subur Persada (BSP) di kawasan Gampong Babah Dua, Tadu Raya.

Temuan ikan ini setelah warga setempat merasa ragu dengan informasi yang selama ini dihembuskan pihak tertentu, yang kerap memprovokasi warga karena aliran sungai di wilayah ini sudah tercemar.

Warga yang penasaran, pada Rabu (18/7/2018) malam akhirnya berusaha mencari ikan dengan cara memancing dan menebar jala.

Namun mereka kaget bukan kepalang, warga justru menemukan ikan mas dalam jumlah besar dengan ukuran mencapai 18 kilogram per ekor.

Warga kemudian membawa ikan-ikan tersebut ke perusahaan perkebunan guna memperlihatkan ikan hasil tangkapan mereka.

Menanggapi hal ini, Manajer PT Beurata Subur Persada (BSP) Nagan Raya, Tarmizi kepada Diliputnews.com, Kamis siang mengatakan pihaknya tak menyangka bahwa warga bisa menemukan ikan mas dengan ukuran besar di aliran sungai yang berada tak jauh dari areal pabrik kelapa sawit.

“Saya tidak menyangka ikan-ikannya sebesar ini, ini sangat mengejutkan,” ungkapnya.

Tarmizi mengaku temuan ikan tersebut merupakan inisatif warga yang selama ini kerap mendapatkan isu tak sedap dari luar, yang menyatakan aliran sungai disekitar perusahaan tersebut sudah tercemar dan banyak ikan yang mati.

Namun anehnya, isu tersebut justru tidak benar setelah warga menemukan ikan dalam jumlah besar dan masih hidup seperti biasa.

“Temuan ini memang benar apa adanya dan tidak direkayasa. Ikan ini murni hasil tangkapan warga,” tambahnya.

Pihaknya mengaku lega dengan hasil tangkapan ikan yang diperoleh warga karena hal ini telah menepis isu yang selama ini sering menjelekkan perusahaan tersebut, dengan isu pencemaran lingkungan.

“Sekarang sudah jelas, mana yang isu mana yang fakta. Warga sudah membuktikan sendiri bahwa aliran sungai di sekitar PT BSP Nagan Raya memang tidak tercemar limbah,” tegas Tarmizi.(*)