Ternyata, Ini Penyebab YS Pukul Herman Saat Berlangsungnya Nobar Piala Dunia

90
Capture keterangan Yusnaidi alias Abuyus Nagan di akun Facebook miliknya, Jumat (22/6/2018) siang.

DILIPUTNEWS.COM, NAGAN RAYA-Kasus penganiayaan terhadap Herman (26), warga Desa Sapek, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, yang terjadi pada Rabu (20/6/2018) lalu kini semakin terbuka lebar dan terungkap.

Keterangan terbaru yang diperoleh Diliputnews.com, Jumat (22/6/2018) siang dari Yusnaidi alias YS yang menghubungi langsung wartawan media ini di Nagan Raya menjelaskan, bahwa aksi pemukulan yang ia lakukan tersebut tidak disebabkan oleh persoalan nonton bareng Piala Dunia 2018 di sebuah warung kopi di desanya.

“Berita sebelumnya yang sudah dimuat media menurut saya keliru, penyebabnya bukan gara-gara nonton bola. Tapi, karena Herman (korban pemukulan) telah mengganggu isteri saya,” kata Yusnaidi.

Hal ini juga ia tegaskan dalam akun Facebook miliknya yang turut dikomentari oleh sejumlah pengguna lain.

Dalam keterangannya, Yusnaidi melalui akun bernama Abuyus Nagan, ikut meluruskan persoalan yang sebenarnya.

Dalam keterangannya (lihat gambar diatas) Abuyus Nagan menegaskan bahwa aksi pemukulan yang ia lakukan tersebut kepada Herman, lantaran pria ini diduga telah mengganggu rumah tangganya yakni mengganggu isterinya.

Hal ini ia ketahui setelah sebelumnya, ia mendapati dalam Handphone milik sang isteri, terdapat SMS dari Herman yang berusaha mengganggu isterinya, sehingga membuat dirinya sebagai suami menjadi marah dan emosi.

“Jadi masalahnya bukan gara-gara nonton bola, tapi karena Herman sudah mengganggu isteri saya. SMS isteri saya pada tengah malam dengan nada mesra. Suami mana yang tidak marah, apabila isterinya diganggu orang lain?,” tegasnya.

Yusnaidi mengakui akibat perbuatan tersebut membuat dirinya emosi sehingga ia berusaha mencari Herman guna meluruskan persoalan tersebut.

Namun saat bertemu Herman disebuah warung kopi dan kebetulan saat itu sedang ada nonton bareng siaran langsung Piala Dunia 2018, terjadilah perkelahian antara keduanya.

“Saya memang sempat menarik parang, tapi Herman melarikan diri. Jadi, luka dibagian wajah Herman bukan karena terkena parang, melainkan akibat perkelahian antara kami berdua,” kata Yusnaidi yang mengaku bahwa dialah yang memukul korban di bagian wajah menggunakan tangan kosong.

Saat terjadi perkelaihan tersebut, Herman berusaha sempat memberikan perlawanan dan menyerang balik dirinya, hingga akhirnya Herman kabur.

Ia juga membenarkan saat kejadian tersebut turut disaksikan oleh sejumlah warga lainnya, bahkan ada warga yang berusaha ikut merelai aksi perkelahian tersebut.(*)