Kelapa Bakar, Menu Khas Berbuka di Aceh Barat

181

DiliputNews.com – Kelapa bakar menjadi menu khas berbuka puasa yang banyak diburu para peminatnya di Aceh Barat.

Selain isinya yang legit, bau harum air kelapa bakar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburunya.

Tidak mudah menemukan pedagang yang menjual menu berbuka satu ini. Pedagang kelapa bakar hanya ada di Jl. Meulaboh – Tapak Tuan, Km.6,  Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Lokasi tersebut berkaitan erat dengan asal usul kelapa bakar yang digadang-gadang berasal dari Peunaga Rayeuk.

“Banyak yang cari. Dari Meulaboh, bahkan sempat ada yang pesan dari Banda Aceh,” ujar salah seorang penjual kelapa bakar, Mutia (39), kepada media ini, Sabtu (19/5/2018).

Kelapa bakar milik Mutia dijual Rp5000 hingga Rp7.500 per buah. Tergantung ukuran. Dalam.sehari, khususnya di bulan puasa ini, kelapa bakar miliknya laku terjual hingga ratusan butir.

Menurut Mutia, selain karena rasanya yang nikmat, para pembeli juga mengincar khasiat yang terkandung didalam kelapa bakar.

“Iya, dipercaya dapat mengobati batuk ringan bagi anak-anak. Sebagian juga percaya mengobati diabetes, mempercepat kehamilan, juga batu ginjal,” katanya.

Salah seorang pembeli, Rudi, mengaku sengaja datang ke Peunaga Rayeuk hanya untuk mencari kelapa bakar.

“Dari kota kita sengaja datang kesini mau beli kelapa bakar. Di Meulaboh tidak ada, susah nyarinya,” ujarnya.

Masih menurut Mutia, kelapa bakar merupakan kelapa muda yang melalui proses pembakaran pada tungku atau alat pemanggang lain selama kurang lebih 3-4 jam hingga dipastikan air di dalamnya sudah mendidih serta daging kelapa sudah lunak dan saripatinya bercampur dengan air kelapa.

Setelah melalui proses pembakaran yang cukup lama tentu air kelapa ini menjadi panas sehingga perlu didinginkan terlebih dahulu sebelum dijual.

Kelapa bakar hanya dijual saat bulan puasa saja. Pada hari-hari biasa, akan sangat sulit mencari pedagang kelapa bakar.