Nelayan Aceh Barat Diajak Tingkatkan Produktivitas

111
Nelayan Aceh Barat Diajak Tingkatkan Produktivitas

MEULABOH | DILIPUTNEWS.COM – Pemangku adat laut disebut panglima laot di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengajak nelayan daerah setempat untuk lebih produktif meningkatkan usahanya agar berdampak jelas pada pertumbuhan ekonomi mereka

“Panglima Laot” (ketua pemangku adat laut) Aceh Barat, Amiruddin, di Meulaboh, Kamis, menuturkan, selama ini kegiatan usaha nelayan daerah setempat hanya sekedar untuk mencari nafkah sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi nelayan tidak begitu terlihat.

“Meualut itu memang kerja warisan nenek monyang, tapi harus dikemas dan dikemas dengan cara-cara yang lebih modern sehingga adanya peningkatan poduktivitas hasil tangkapan agar bertambah pendapatannya,”katanya.

Terlebih lagi banyak armada nelayan di daerah itu, masih berkapasitas kecil sehingga jarak tempuh dan komoditi tangkapan nelayan pun, tidak begitu bernilai ekonomis.

Untuk memacu produktivitas atau mendapatkan hasil tangkapan yang banyak, harus benar-benar dilakukan dengan sebuah perencanaan dan target jangkauan dan mengetahui daerah penangkapan ikan atau fishing ground.

Dengan demikian, kata Amir, nelayan akan mendapatkan hasil yang lumayan, paling tidak jenis ikan hasil tangkapannya bernilai jual tinggi, kondisi ini juga dapat mencegah dari kegiatan menguras ikan-ikan kecil dengan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

“Tapi perlu diinggat juga, jangan sampai untuk mendapatkan hasil yang banyak menggunakan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Selama ini yang menjadi masalah ketika nelayan itu tidak peduli dengan kondisi demikian,”sebutnya.

Sementara itu Koordinator Komunitas Nelayan Tradisional (Kontan) Aceh Barat, Indra Jeumpa, yang diwawancarai sebelumnya menyampaikan, nelayan kecil saat ini tidak berproduksi banyak karena terjadi perebutan daerah penangkapan ikan.

Pasalnya nelayan tradisional masih melaut pada jarak di atas 2-3 mil, sementara sebagian nelalayan lain yang melaut pada jarak 5-6 mil terkadang turun ke bawah karena tidak mendapatkan kawanan ikan di daerah penangkapan sesuai alat tangkap mereka.

Kata Indra, semua nelayan menghendaki mendapat tangkapan yang banyak dan berkehidupan sejahtera, akan tetapi ruang gerak bagi nelayan dengan armada kecil sangat terbatas, belum lagi bermasalah dengan kondisi cuaca ekstrem.

“Saat nelayan pukat tarek bermain di kawasan nelayan menggunakan pukat jaring, tentunya jenis ikan yang didapatkan pun sudah tidak spesifikasi mata jaringnya. Peraian Aceh Barat banyak jenis ikan dan banyak pula jenis alat tangkap,” tandasnya.


Sumber : Antara