Sukseskan Porseni, Kemenag Abdya Diduga Embat Dana BOS

  • Whatsapp
Penyimpangan Dana Bos / Ilustrasi
banner 468x60
Penyimpangan Dana Bos / Ilustrasi
Penyimpangan Dana Bos / Ilustrasi

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) kembali disorot dengan dugaan mengembat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada sejumlah Madrasah dalam lingkungan Kemenag setempat. Pasalnya dana tersebut digunakan untuk keperluan menyukseskan ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-14 di Bireuen beberapa waktu lalu.

Informasi di lapangan menyebutkan, dana BOS yang dipangkas sepihak oleh Kankemenag Abdya itu dilakukan untuk mengikuti kegiatan dimaksud, karena Kankemenag Abdya tidak memiliki anggaran khusus, sehingga yang jadi sasaran mengarah pada dana BOS dari sejumlah Madrasah.

Muat Lebih

banner 300250

Salah seorang Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dalam wilayah Abdya yang tidak ingin identitasnya disebutkan kepada wartawan Kamis (16/10) mengungkapkan seputar kegiatan Personi ke-14 di Bireuen, anggarannya di bebankan kepada seluruh Kepala Mandrasah, Kantor Urusan Agama (KUA) dan uang makan pegawai dalam ruang lingkup Kemenag Abdya.

“Kami merasa heran dan bingung, mengapa kegiatan Porseni harus dibebankan kepada Kepala Madrasah atau yang lainnya. Dari mana kami harus mendapatkan uang untuk kegiatan Porseni itu, tidak mungkin kami mengeluarkan uang pribadi, berdasarkan arahan dari Kepala Kankemenag Abdya kami diarahkan untuk menggunakan dana BOS,” ungkapnya.

Aturan pemotongan dana BOS itu pun dinilai sangatlah tidak adil, dana BOS yang harusnya penyaluran 100 persen ke rekening sekolah langsung dipotong sekian persen oleh pihak Kankemenag dengan alasan bantuan untuk kegiatan Porseni.

“Pemotongannya juga tidak sama dan tidak merata, terkesan dilakukan sesuka-suka hati pihak Kankemenag,” ujarnya.

Bahkan baru-baru ini, ada surat khusus dari Kepala Kankemenag Abdya yang berbunyi pungutan wajib yang dibebankan kepada setiap siswa Madrasah Ibtidaiyah Rp.1500 per siswa, untuk Madrasah Tsanawiyah Rp2500 per siswa berlaku selama satu tahun, dimulai dari Januari hingga Desember 2014. Demikian juga untuk seluruh KUA pada sembilan kecamatan dibebankan dana wajib Rp 2 juta per kantor ditambah lagi pemotongon uang makan.

Terkait dengan hal itu, Kepala Kankemenag Abdya Drs H Arijal secara terpisah membantah telah memotong dana BOS di sejumlah Madrasah.

“Hal Itu tidak benar, yang ada sifatnya donasi sukarela dan itu telah ada kesepakan bersama,” ujarnya.

Dijelaskan, surat edaran tentang sumbangan dalam rangka menyukseskan acara Porseni ke-14 dan Ekpo Madrasah ke III di Bireuen sejak tanggal 6-13 Agustus 2014 Kankemenag Abdya memang ada dan itu hanya bersifat internal semata.
“Surat edaran ini cukup untuk kalangan internal saja, jangan dipublikasi, tidak ada pemotongan dana BOS, yang ada donasi,”sebutnya.

Arijal menambahkan, isi surat edaran Nomor : Kd.01.15/PP.05/0453/2014 diserukan kepada seluruh Kepala Seksi dan Penyelengara, Kepala Madrasah dan RA, Kepala KUA, Koordinator Pengawas. Dalam surat edaran tersebut tertulis sebuah kesepakatan dari hasil musyawarah yang digelar pada 27 Februari 2014 di Kankemenag Abdya, yang melahirkan beberapa item kesepakan diantaranya, setiap PNS di lingkungan Kementrian Agama Abdya Ikhlas medonasikan atau menyumbang sebesar 1 hari uang makan yang disumbangkan pada setiap bulan dimulai dari Januari hingga desember 2014, sebesar Rp.2500 perbulan. Setiap Madarasah Ibtidaiyah (MI) per siswa Rp.1500 per bulan, MTs per siswa Rp.2000 per bulan, MA Rp.2500 per siswa setiap bulan dan KUA Rp 2 juta pertahun.

Perlu diketahui, sesuai dengan petunjuk teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2014, dana BOS –MA dapat digunakan oleh Madrasah untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non personalia dengan jenis pengeluaran atau biaya sebagaimana yang diatur Permendiknas No 60 Tahun 2009, tujuannya secara umum BOS-MA bertujuan mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat.

Namun secara khusus BOS-MA juga jelas tujuannya untuk membantu biaya operasional sekolah, mengurangi angka putus sekolah pada MA, meningkatkan angka partisipasi kasar siswa, mewujudkan keberpihakan pemerintah bagi siswa miskin, membebaskan biaya sekolah tagihan pada siswa miskin dan memberikan kesempatan yang setara bagi siswa miskin pada Madrasah Aliyah (MA), mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu. Artinya, jika dana BOS tersebut dimanfaatkan diluar ketentuan itu, maka pasti melanggar aturan yang berlaku. (Red/Zal)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60