Delapan Terpidana Judi di Aceh Dicambuk

29
Delapan Terpidana Judi di Aceh Dicambuk

Delapan Terpidana Judi di Aceh Dicambuk
Delapan Terpidana Judi di Aceh Dicambuk

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi delapan terpidana maisir (judi) di depan Masjid Besar Pahlawan, desa Gampong Ateuk Pahlawan, Banda Aceh, Jumat (19/8) sekira pukul 15.00 WIB.

Kedelapan terpidana tersebut yakni, Putra Suriadi (20), Wahyu Iqbal (20), Muzakir (39), Syamsuddin (51), Faisal Amin (28), Musliadi (31), Yusri (37) dan M Hasan (30).

Seharusnya, yang dicambuk sembilan orang, namun seorang terpidana Abdussalam (43) dinyatakan tidak sehat, sehingga eksekusinya ditunda. Sementara delapan terpidana lain tak ada keluhan tentang kesehatannya.

Dalam hukuman cambuk itu, masing-masing mendapatkan hukuman sebanyak 8 kali cambuk dengan dipotong masa tahanan selama 3 bulan, Jadi dikurangi 3 kali cambuk dan mereka hanya mendapatkan 5 kali sesuai dengan amanah qanun nomor 13 Tahun 2003.

Pada saat eksekusi di atas panggung yang sengaja dibangun di pelataran Masjid seluas 4×3 meter dan menggunakan hambal merah itu, terpidana atas nama Muzakir sempat melawan beberapa kali.

Sedangkan tiga terpidana lainnya juga emosi saat dicambuk dan berupaya menyerang algojo, namun langsung dicegah oleh polisi dan wilayatul hisbah (polisi syariah). Mereka bahkan mengeluarkan makian terhadap petugas di atas panggung.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan eksekusi hukum cambuk ini tidak hanya menjadi tontonan belaka, akan tetapi harus menjadi pelajaran untuk terpidana sendiri maupun lainnya agar tidak melakukan hal yang melanggar syariat Islam.

Mereka terpidana telah melakukan pelanggaran syariat Islam bermain judi kartu remi yang ditangkap bulan Juli 2014 lalu. Hukuman ini setelah melewati putusan hukuman dari Mahkamah Syariah Banda Aceh.

“Ini bukan tontonan saja, tetapi ini harus bisa menjadi pelajaran, karena belum tentu kita lebih baik dari yang terpidana tersebut,” katanya.Dalam sambutannya Illiza juga mengaku sebelum eksekusi sempat bertemu seorang terpidana dan dia mengaku malu dicambuk dengan dipertontonkan di depan orang banyak.

“Namun saya jawab, lebih malu lagi kalau di hadapan Allah nantinya dibandingkan di depan manusia,” jelasnya.(Red/Dedek-Ktb)