Anggota DPRK Aceh Selatan Jangan Jadi Penjilat

  • Whatsapp
Anggota DPRK Aceh Selatan Jangan Jadi Penjilat
banner 468x60
Anggota DPRK Aceh Selatan Jangan Jadi Penjilat
Anggota DPRK Aceh Selatan Jangan Jadi Penjilat

TAPAKTUAN | DiliputNews.com – Kalangan tokoh masyarakat dan aktivis LSM meminta kepada anggota DPRK Aceh Selatan, Provinsi Aceh, terpilih masa jabatan 2014 – 2019 agar tidak bermental “penjilat” serta berada dibawah “ketiak” bupati.

Bahkan, para anggota dewan yang mayoritasnya dihuni wajah-wajah baru serta mantan aktivis mahasiswa yang selama ini dikenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, juga diminta saat telah duduk menjadi anggota dewan nanti, tidak menjadi “macan ompong”, akibat telah terkontaminasi dengan bujuk rayu pihak penguasa serta kepentingan politik.

Muat Lebih

banner 300250

“Kami berharap, anggota dewan yang baru harus mampu mengemban amanah rakyat dengan baik dan jujur. Kami minta anggota dewan nanti tidak lagi berada di bawah ketiak Bupati serta menjadi macan ompong akibat telah terkontaminasi kekuasaan,” kata Direktur Eksekutif LSM Kajian dan Advokasi Hukum (KAuM) M Nasir SH di Tapaktuan, Senin (1/9).

Sebab menurut dia, para anggota DPRK Aceh Selatan sebelumnya terkesan telah menjadi “macan ompong” karena posisinya berada di bawah ketiak Bupati atau eksekutif, sehingga tidak mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi (tofuksi) nya secara maksimal sesuai aturan yang berlaku dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kluet Raya Zaiton Ludny SAg mengatakan seluruh rakyat Aceh Selatan menaruh harapan besar kepada anggota DPRK yang akan di lantik tersebut.

Rakyat, kata Zaiton, sangat mengharapkan kepada anggota dewan baru Aceh Selatan segera menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang belum terselesaikan selama ini seperti kasus honorer siluman yang lulus CPNS kategori dua (K2), menyelesaikan persoalan SPBU Geulumbuk Kecamatan Kluet Utara yang sudah dua tahun tidak beroperasi sehingga telah mengakibatkan terjadi kelangkaan BBM di Kluet Raya dan persoalan jalan rusak parah yang menghubungkan Desa Gampong Paya ke Menggamat sepanjang 40 KM.

Selain itu, ujar Zaiton, juga menyangkut persoalan jalan rusak mulai jalan Kedai Runding sampai Desa Lawe Sawah sepanjang 35 Km serta membangun dan merenovasi bangunan Irigasi mulai dari Labuhan Haji Barat sampai Trumon Timur yang sudah banyak rusak atau hancur.

“Di samping itu juga menyangkut dengan persoalan merosotnya mutu pendidikan Aceh Selatan, maka anggota dewan baru harus segera mendesak Pemkab Aceh Selatan agar segera mengaktifkan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan anggota dewan baru juga perlu melakukan pengawasan atau kontrol yang ketat terhadap Pemkab Aceh Selatan agar tercipta Pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” tandasnya.

Karena itu, ujar Zaiton, menyikapi akan di gelarnya acara pelantikan anggota DPRK Aceh Selatan baru masa jabatan 2014 – 2019, maka pihaknya meminta agar momentum bersejarah serta sangat berharga tersebut tidak dijadikan sebagai hari bersukaria serta bersenang-senang, tapi manfaatkanlah moment tersebut sebagai ajang introspeksi diri.

“Sebab, tugas dan tanggungjawab yang besar telah menanti anggota DPRK Aceh Selatan yang baru tersebut, selesaikanlah tugas dan tanggungjawab yang telah di amanahkan oleh rakyat tersebut dengan baik dan jujur ikhlas, agar jerih payah serta budi baik tersebut dapat di kenang selamanya oleh rakyat Aceh Selatan,” pungkasnya.(Red/Ant)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60