SD Alue Rambot Abdya Masih Kekurangan Guru Kelas

oleh
Foto : Ilustrasi | Guru Sosiologi Minim Di Nagan Raya
Foto : Ilustrasi | Guru Sosiologi Minim Di Nagan Raya
Foto : Ilustrasi

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Meski sudah lama berdiri ditengah masyarakat Desa Alue Rambot Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya), Sekolah Dasar (SD) Swasta Alue Rambot yang menampung murid warga setempat, masih dalam kondisi kekurangan guru kelas. Jadi, selama ini sekolah tersebut hanya ditempati 6 orang guru termasuk kepala sekolahnya.

Kepala SD Swasta Alue Rambot, Basri,S.Pd, Jum’at (29/11) yang dijumpai DiliputNews.com, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Abdya dan BKPP setempat, meminta untuk menambahkan tenaga guru di SD dimaksud.

“Lima hari yang lalu kita sudah mengirimkan data jumlah guru ke instansi terkait dan BKPP setempat, untuk penambahan guru kelas disekolah kita ini, sebab guru kelas yang ada saat ini cuma 4 orang ditambah guru Agama 1 orang dan  Kepala Sekolah,” ungkapnya.

Disebutkan, contohnya, untuk mata pelajaran seperti Penjaskes tidak ada tenaga pengajarnya, untuk itu sekolah hanya bisa mengandalkan guru bhakti untuk menutupi kekosongan tersebut.

“Meski penerimaan tenaga bhakti tidak diperbolehkan lagi, tapi kita tetap menerima mereka untuk memenuhi kekosongan pada sejumlah mata pelajaran disekolah ini,” tutur Basri

Lebih lanjut, dikatakan, akibat mutasi guru beberapa waktu lalu, kondisi belajar mengajar sedikit bermasalah dengan penempatan guru yang tidak beraturan, untuk itu pihaknya hanya bisa berharap supaya ditempati guru-guru yang berdekatan dengan lokasi sekolah, agar tidak ada guru yang terlambat datang untuk mengajar.

“Kita berharap, bila ada guru yang ditempati nantinya supaya lebih dekat dengan lokasi sekolah, agar tidak ada guru yang terlambat datang mengajar,” singkatnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Pendidikan Dasar dan Luar Sekolah (Dikdaslu) Dinas Pendidikan Abdya, Drs. Martunis, menjelaskan, pemerataan terhadap tugas guru itu akan berlangsung Januari 2014 mendatang.

Mengapa belum dilakukan dalam tahun ini karena ditakutkan tugas guru akan amburadur. “Kita sudah membuat rancangan penempatan untuk pemerataan guru itu, saat ini kita belum bisa memindahkan guru itu ditakutkan akan mengganggu tugas guru itu sendiri diakhir tahun ini,” jawabnya singkat ketika dihubungi via selulernya sambil menyebutkan kalau dirinya sedang berada diluar daerah. (Red/Zal)