Warga Aceh Barat Unjuk Rasa Minta Lahan Dikembalikan

oleh
Warga Aceh Barat Unjuk Rasa Minta Lahan Dikembalikan
Warga Aceh Barat Unjuk Rasa Minta Lahan Dikembalikan
Warga Aceh Barat Unjuk Rasa Minta Lahan Dikembalikan

MEULABOH | DiliputNews.com – Warga Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, dilengkapi senjata tajam jenis parang melakukan unjuk rasa meminta agar Pemerintah Kabupaten setempat mengembalikan lahan kosong yang berada di Desa Pasie Pinang dan Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo.

Unjuk rasa dilakukan dengan cara melakukan pendudukan serta mendirikan tenda di lahan kosong yang berada di Desa Pasie Pinang itu berlangsung, Kamis,(28/11). Aksi yang dilakukan warga itu lantaran mereka menilai lahan kosong yang berada di dua Desa tersebut merupakan lahan milik warga.

Asiah salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, lahan yang saat ini yang sedang diperjuangkan merupakan bekas pemukiman rumah mereka yang sudah ditempati sebelum tsunami 26 Desember 2004 lalu menerjang Aceh.

Menurutnya saat itu mereka tinggal dikawasan Padang Seurahet, karena daerah yang terlalu dekat dengan bibir pantai dan sering terjadinya gelombang pasang yang bisa merusak rumah warga, akhirnya mereka direlokasi ke kawasan tersebut.

Namun sayangnya, kata dia, beberapa tahun mereka bermukim ditempat itu, bencana dahsyat tsunami melanda dan meluluhlantakkan pemukiman mereka hingga rata dengan tanah.

Saat proses rehabilitasi dan rekontruksi Aceh berlangsung para warga itu direlokasi ke beberapa titik pemukiman baru.

“Ini tanah kami, dan kami berhak untuk meminta agar pemerintah mengembalikan tanah ini kepada kami, karena kami sudah tinggal disini jauh sebelum terjadinya tsunami. Tapi saat tsunami terjad kami direlokasi ketempat lain,” kata Asiah.

Dalam aksi tersebut, asiah mengancam jika Pemerintah tidak segera mengembalikan lahan yang diclaim warga milik mereka maka ia bersama ratusan warga lainnya siap menumpahkan darah untuk memperjuangkan lahan itu agar bisa dikembalikan kepada mereka.

“Kami siap melawan ke dzoliman dan kami siap menumpahkan darah kami untuk merebut kembali lahan kami,” ujarnya

Adanya aksi itu, karena mereka selama ini mendapat informasi jika Pemerintah setempat akan memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun Gedung Olah Raga atau GOR, hingga mereka kwatir lahan itu akan dikuasai dan menjadi milik pemerintah sepenuhnya. (Red)