Polres Aceh Barat Belum Berhasil Buru Pelaku Illegal Logging

oleh
Polres Aceh Barat Belum Berhasil Buru Pelaku Illegal Logging
Polres Aceh Barat Belum Berhasil Buru Pelaku Illegal Logging
Polres Aceh Barat Belum Berhasil Buru Pelaku Illegal Logging

MEULABOH | DiliputNews.com – Jajaran Polres Aceh Barat, belum berhasil menangkap pelaku perambahan hutan secara ilegal (Ilegal Logging), di Gampong Canggai, Kecamatan  Pante Ceureumen, Aceh Barat.

Temuan kayu tersebut sebanyak 9 batang diantaranya telah dibelah dan 9 lagi masih berbentuk balok. Namun sayangnya pihak kepolisian tidak berhasil menangkap pelakunya.

Kapala Satuan Resort dan Kriminal, Polres Aceh Barat,Iptu.M.Ryan Citra Yudha, Rabu (27/11) kepada DiliputNews.com mengatakan kayu yang diduga hasil pembalakan liar itu, ditemukan dibantaran sungai Gampong Canggai, pada tanggal 14 November 2013 lalu.

“Saat Polres Aceh Barat melakukan operasi kasus illegal logging yang dilakukan sejak 2 November hingga 26 November 2013, Pelakunya hingga saat ini sedang kita cari. Kita kwatir operasi kita ini bocor, sehingga diketahui oleh pelaku membuat kita sulit mencarinya,” ungkapnya.

Ryan  mengaku, sulit menangkap pelaku illegal logging lantaran pihak kepolisian yang melakukan operasi pemberantasa illegal logging bersama gabungan Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Aceh Barat, kata Ryan, sudah terendus oleh para pelaku.

Terendusnya kegiatan operasi pihak kepolisian itu, kata dia pihaknya tidak mengetahui bagaimana pelaku mendapat bocoran terhadap operasi tersebut, ia juga belum berani memastikan apakah adanya keterlibatan oknum TNI/ Polri dalam perambahan hutan selama ini.

“Kita belum bisa pastikan dan menduga-duga, yang jelas dari hasil temuan itu kita akan terus memburu pelakunya, kita juga tidak sungkan-sungkan menangkap siapapun pelaku illegal logging,” ujarnya.

Ryan menilai maraknya illegal logging di Aceh Barat selama ini lebih disebabkan oleh faktor ekonomi, bukan disebabkan ketidak tahuan masyarakat tentang batasan hutan lindung dan hutan rakyat.

“Kalau bicara batasan selama ini sosialisasi kawasan hutan sudah sering dilakukan, tapi apa yang dilakukan ini alasan ekonomi,” cetusnya.

Ia menambahkan untuk wilayah yang marak terjadi perambahan hutan secara illegal, sering terjadi di Kecamatan Pantee Ceurmen dan Kaway XVI lantaran didaerah itu merupakan  kawasan hutan lindung.

Guna mencegah dan mengurangi kasus perambahan hutan lindung, sebut Ryan, pihak polres Aceh Barat bekerjasama dengan berbagai pihak akan melakukan sosialisasi terkait kawasan hutan lindung serta sangsi hukum yang melanggar sesuai dengan aturan yang berlaku.(Red)