Pemerintah Siapkan Realisasi Jalan Tol Lampung-Aceh

oleh
Realisasi Jalan To / Ilustrasi
Realisasi Jalan To / Ilustrasi
Realisasi Jalan To / Ilustrasi

BANDA ACEH  | DiliputNews.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum tengah mempersiapkan realisasi jalan tol sepanjang 2.750 km yang dimulai pada 2014 memanjang dari Provinsi Lampung hingga ke Nanggroe Aceh Darussalam.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Selatan Bastian S Sihombing di Bandarlampung, Selasa 26 November 2013, mengatakan jalan lintas yang baru tersebut dirancang dari Lampung hingga ke Aceh dan masuk dalam skema pembangunan Trans Sumatera Highway ke jalur Asian Highway.

Jalan itu, menurut dia, sedang dalam proses kajian atau perencanaan oleh pemerintah pusat melalui Ditjen Bina Marga Kementerian PU.

Saat ini, menurut Bastian, jalur transportasi darat di Sumatera mengandalkan ruas Jalan Lintas Sumatera khsusnya Jalan Lintas Timur dari Lampung ke Provinsi Sumatera Selatan dan daerah lainnya.

‘Jalur jalan itu merupakan transportasi darat yang vital dan utama sebagai sarana pengangkutan logistik berupa sembako, bahan industri dan lainnya maupun angkutan transportasi orang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya,’ ujar dia.

Namun jalur jalan lintas utama yang sangat penting itu menjadi tempat semua kendaraan dapat melewatinya tanpa dapat dilakukan pembatasan yang diperlukan.

Setiap hari setidaknya 20.000 unit kendaraan melewati jalan jalan negara lintas Sumatera ini, sehingga menjadi sangat padat, rawan kemacetan bila terjadi masalah pada ruas jalannya, dan sering terjadi kerusakan walaupun perbaikan dan perawatannya secara rutin terus dilakukan, katanya.

‘Semua kendaraan termasuk lalu-lintas kendaraan lokal bercampur di Jalan Lintas Timur Sumatera itu,’ ujar dia.

Akibatnya, kata Bastian pada titik tertentu terjadi kemacetan arus lalu-lintas dan dapat menghambat kelancaran arus kendaraan yang melaluinya.

Kondisi tersebut, katanya, mengakibatkan waktu tempuh kendaraan angkutan logistik dari Aceh menuju Jakarta sebelumnya mencapai sekitar tiga hari dua malam, saat ini bisa lebih lama lagi.

Dampaknya, biaya angkutan per satuan volume makin tinggi dan mendorong terjadi peningkatan harga bahan pokok dan logistik serta bahan industri maupun pertanian yang diangkut makin mahal dan tidak kompetitif, ujarnya pula.

Karena itu, pemerintah berupaya mencarikan solusinya, antara lain dengan merencanakan membuat jalur jalan baru yang relatif tertutup serupa jalan tol.

‘Secara parsial pembangunan jalan tol itu sudah dimulai, walaupun secara total pembangunan jalan alternatif dari Aceh ke Lampung itu sedang dalam pengkajian oleh pemerintah pusat,’ katanya.

Beberapa ruas jalan tol yang menjadi bagian pembangunan Trans Sumatera Highway itu mulai dibangun, yaitu di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung.

Menurut Bastian, pemerintah perlu mengkaji efisien ekonomi, kecepatan pelaksanaan proses ganti rugi lahan dan pembangunannya serta kelayakan ekonomi dan fungsionalnya dengan pembangunan jalan ruas Lampung ke Aceh itu.

‘Saat ini perencanaannya sudah sampai tahap kelayakannya, ada yang sudah dirancang pembangunannya, bahkan mulai dibangun maupun dalam proses pembebasan lahan untuk jalan tol yang akan dibangun,’ ujarnya.

Diharapkan pembangunan Trans Sumatera Highway itu tidak hanya mengandalkan dana APBN maupun APBD, melainkan bekerjasama dengan investor swasta.(Red/Ant)