Bangun Pendidikan Berkualitas Di Aceh

oleh
Bangun Pendidikan Berkualitas di Aceh
Bangun Pendidikan Berkualitas di Aceh
Bangun Pendidikan Berkualitas di Aceh

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta instansi terkait agar membangun pendidikan yang berkualitas guna mewujudkan masyarakat Aceh religius, kuat dan maju dimasa mendatang.

“Pendidikan yang harus kita bangun di Aceh adalah pendidikan berkualitas guna mewujudkan masyarakat Aceh yang religius, kuat dan maju di masa mendatang,” kata Gubernur saat membuka Musyawarah Besar Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh 2013 di Banda Aceh, Jumat 22 November 2013.

Namun, Gubernur menyatakan harus diakui bahwa pendidikan Aceh saat ini belum sesuai dengan harapan.

Menurut dia, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan hal tersebut, antara lain pendidikan masih berada pada ranking lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain serta para lulusan sekolah di Aceh masih kalah bersaing dengan lulusan dari daerah lain.

“Satu hal yang perlu kita pahami bersama bahwa mutu pendidikan yang harus terus ditingkatkan bukan hanya bagaimana tingginya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang, akan tetapi juga mutu kepribadian mereka sebagai seorang muslim,” kata Zaini Abdullah.

Tujuan penyelenggaraan pendidikan Aceh sesuai Qanun Nomor 5 tahun 2008 yang disebutkan untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, berpengetahuan, cerdas, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab.

Oleh karena itu, Gubernur mengatakan pendidikan di Aceh haruslah berlandaskan kepada “Dinul Islam” seperti ditetapkan dalam RPJM Aceh 2012-2017 yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh.

“Selain itu, kedepan saya harapkan juga agar dimasukkan muatan lokal ke dalam kurikulum sekolah, antara lain dengan memasukkan sejarah Aceh, adat istiadat dan bahasa di sekolah serta madrasah di seluruh Aceh,” katanya menjelaskan.

Selain itu juga perlu dimasukkan kurikulum tentang pemahaman terhadap MoU Helsinki serta perjuangan rakyat Aceh dalam menggapai keadilan dan kedamaian.

“Hal tersebut bertujuan untuk terus memberikan pemahaman tentang sejarah Aceh, adat istiadat dan juga bahasa bagi generasi muda yang menurut pengamatan saya telah semakin memudar akibat tergerus oleh arus globalisasi,” kata Gubernur Aceh.

Untuk itu, melalui Mubes MPD 2013 maka selain memilih kepengurusan periode lima tahun kedepan juga terpenting adalah timbulnya semangat bersama dan juga rekomendasi guna meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, sehingga mampu bersaing dengan provinsi lainnya di Indonesia.(Red/Ant)