Pembangun Jembatan Krueng Teukuh Abdya Dilanjutkan Tahun 2014

oleh
Pembangun Jembatan / Ilustrasi
Pembangun Jembatan  / Ilustrasi
Pembangun Jembatan / Ilustrasi

BLANG PIDIE | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan mengupayakan kelanjutan proses pembangunan jembatan rangka baja Kreung Teukuh Kecamatan Babahrot pada tahun 2014 mendatang.

Upaya kelanjutan pembangunan tersebut diketahui setelah adanya musyawarah yang alot antara pihak Dinas PU dan kalangan anggota DPRK Abdya, Jumat (22/11) siang.

Kepala Dinas PU Abdya, Rahwadi, ST, usai menggelar pertemuan tertutup di Gedung DPRK kepada DiliputNews.com mengatakan, pembangunan jembatan itu tetap diupayakan untuk masuk dalam APBK tahun 2014 serta harus sesuai dengan progres.

“Kalaupun dipaksakan dalam tahun 2013 ini, sesuai dengan permintaan masyarakat petani sawit kemaren, kita tidak bisa menjamin kalau mutu dan kualitas dari jembatan itu sempurna,” ungkapnya.

Dikatakannya, merujuk pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), kontrak pembangunan jembatan dengan nilai anggaran Rp 10,962 miliar itu akan berakhir pada 26 Desember 2013 mendatang, jadi tidak mungkin harus dipaksakan, sebab dikhawatirkan nantinya akan berdampak sia-sia.

“Kalau tetap dipaksakan, kita takutkan uang habis namun jembatan tidak selesai. Jadi pemberhentian sementara pengerjaan pembangunan jembatan itu disebabkan karena teknisnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rahwadi, mengharapkan kepada masyarakat untuk bersabar, karena pembangunan jembatan Krueng Teukuh akan tetap dilanjutkan, sebab hal itu merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kalangan masyarakat petani sawit, dengan harapan jembatan tersebut dapat mempermudah jalur transportasi untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) yang nantinya akan dipasarkan.

Sementara itu Wakil DPRK Abdya, Elizar Lizam yang dikonfirmasi secara terpisah terkait permasalah tersebut membenarkan bahwa pembangunan jembatan itu akan dilanjutkan pada tahun 2014 mendatang.

Ia mengaku, setelah melakukan pertemuan secara tertutup dan menghasilkan sebuah keputusan bahwa Dinas PU akan melakukan koordinasi kembali dengan tim anggaran pemerintah kabupaten (TAPK) Abdya, agar kelanjutan pembangunan jembatan impian masyarakat itu dapat direalisasikan.

“Pembangunan jembatan tidak mungkin lagi dilakukan, sebab masa berakhir kontraknya hanya sampai 26 Desember 2013 mendatang. Oleh karena itu kelanjutan pembangunan akan diupayakan pada 2014 mendatang dan masyarakat harus tetap bersabar,” ujar Elizar. (Red/Zal)