Pangdam IM Tatap Muka Dengan Tokoh Ulama Se Aceh

oleh
Pangdam IM Tatap Muka Dengan Tokoh Ulama Se Aceh
Pangdam IM Tatap Muka Dengan Tokoh Ulama Se Aceh
Pangdam IM Tatap Muka Dengan Tokoh Ulama Se Aceh

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Pandu Wibowo, SE, Jum’at (22/11) melakukan acara tatap muka dengan 60 orang Tokoh Ulama Kharismatik Wilayah Provinsi Aceh, yang berlansung di Aula Balai Teuku Umar (BTU), Banda Aceh.

Acara itu juga dihadiri Tokoh Ulama karismatik Aceh Abu Jamaluddin Wali pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan dan sejumlah petinggi Kodam Iskandar Muda serta Dandim Se Aceh.

Menurut Pangdam Iskandar Muda acara tatap muka tersebut merupakan silaturahmi untuk mempererat hubungan baik antara jajaran Kodam IM dengan para ulama di seluruh wilayah Aceh dalam melaksanakan tugas pembinaan kewilayahan dan menyikapi berbagai permasalahan yang berkembang dalam dinamika kehidupan masyarakat khususnya di Aceh.

“Semangat kebersamaan yang telah terbangun dengan baik selama ini patut di pelihara dan di pertahankan, sejalan dengan semakin berkembangnya pembangunan di Provinsi Aceh ini”, Ungkap Pandu Wibowo.

Pangdam IM menegaskan bahwa damai dan aman di Bumi Serambi Mekah tidak terlepas dari peran para ulama yang berupaya menciptakan kesejukan dan pemahaman serta pembinaan kesadaran masyarakat tentang upaya menciptakan perdamaian agar tidak terjadi permusuhan di antara warga masyarakat.

Lebih lanjut, Pangdam IM berharap agar para ulama dapat memposisikan diri di tengah-tengah masyarakat dan menjadi panutan bagi umatnya, menjaga persatuan dan kesatuan dan tidak terpengaruh terhadap provokasi yang dilakukan kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan peran ulama demi kepentingan kelompoknya.

Sementara itu, mewakili para Ulama, Tgk. Hasbi Albayuni dengan tegas menyampaikan, di Aceh hanya memiliki satu Panglia yakni Panglima Kodam Iskandar Muda.

“Kita ingin luruskan tidak ada panglima-panglima lain di Aceh ini yang hanya untuk menampakkan kepentingan pribadi saja,” ungkapnya.

Hasbi juga meminta TNI hendaknya mendukung dan memberikan pelatihan semi militer kepada santri dayah. “Ketika Negara butuh pejuang, maka kami dari pesantren siap membantu Negara, jangan sampai santri santri itu nantinya dilatih oleh teroris,” pinta Hasbi.

Selain itu, Hasbi juga mengajak untuk mewaspadai para pembawa aliran sesat, yang dengan mudah masuk dan berkembang di Aceh.(Red/Zal)